Tuesday, July 21, 2020

PEREMPUAN KREATIF DI TENGAH PENDEMI



Sejak tahun 2020, Dunia di gemparkan oleh wabah virus corona yang berasal dari wuhan china. Hal ini juga di rasakan oleh negara indonesia serta membuat masyarakat khawatir. karena virus ini menyerang manusia dan belum ditemukan vaksin, cara penularan melalui kontak fisik, cairan dari batuk atau bersin, menyentuh benda sehingga pemerintah menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak jika bertemu orang serta membuat semua kegiatan di luar dikerjakan di rumah.  Pandemi ini mengubah semua aspek kehidupan dari pendidikan, bisnis dan agama  juga harus dikerjakan dari rumah . 

Pendemi berdampak besar bagi perempuan , karena  perempuan harus lebih ekstra dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu rumah tangga dan juga pencari rejeki terutama bagi para perempuan yang bekerja. Tentunya juga tidak menutup kemungkin terjadi kekerasan di dalam rumah tangga karena berbagai faktor. Dari data UNIFEM (2020) menunjukan angka peningkatan kasus kekerasan dalam rumah tangga di banyak negara mencapai 30-50 persen selama pandemi ini, serta lembaga perempuan KPAI menemukan kasus yang sama selama pendemi ini. 


Meskipun demikian tidak semuanya suram justru pada saat pendemi ini juga bisa membuat  perempuan merdeka di dalam membangun bisnis secara online, karena selama tinggal dirumah sampai new normal perempuan di haruskan untuk lebih kreatif dalam menggembangkan bakat serta menjaga ketahanan panggan di tengah keluarga. Di era serba internet ini kita melihat bahwa banyak dari para perempuan sudah berani melakukan pemasaran bisnis melalui akun facebook, instagram, whatsapp dan sosial media lainnya dengan tujuan yaitu dapat lebih mudah di dalam bertransaksi tanpa bertemu langsung serta hal ini demi menjaga ketahanan pangan keluarga contohnya bisnis  makanan, minuman dan lain sebagainya.


Ditengah pendemi ini perempuan harus mempunyai jiwa petarung demi keluarga dan juga orang banyak dengan tetap mentaati protokol kesehatan, dengan demikian perempuan bukan lagi penonton di saat ini justru memainkan peran di berbagai hal yang mereka kuasai. Justru di tengah pandemi ini para perempuan mengalami transformasi pengetahuan akan pengembangan pola pikir dan kerja nyata  serta mengharapkan dukungan agar kesehatan mental dan fisik perempuan boleh terjaga.

Seperti kata Najwa shihab “ tidak ada pemberdayaan lebih kekal berkelanjutan tanpa melibatkan perempuan”


Penulis : Igo Linawati 

 


Previous Post
Next Post

0 comments: