Monday, November 28, 2022

PMKRI Palangka Raya hadiri Rapat Koordinasi Lembaga Bina Spiritual



Palangka Raya 28/11/2022- Biro Kesejahteraan Rakyat sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah laksanakan Rapat Koordinasi Lembaga Bina Spiritual yang bertema, "Penguatan Moderasi Beragama Melalui Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan" di aula Hotel Dandang Tingang.


Penyelenggara kegiatan menghadirkah sejumlah tokoh agama yang terdiri dari 20 lembaga/organisasi masyarakat keagamaan diantaranya BAZNAS Prov. Kalteng, MUI Prov. Kalteng, PWNU PROV. Kalteng, PHBI Prov. Kalteng, DMI Prov. Kalteng, PW GP ANSOR Kalteng, PW AISYIYAH Prov. Kalteng, FKUB Kalteng, MES Kalteng, LDI Kalteng, DPW BKPRMI Prov. Kalteng, HIPMI Kalteng,  DPW LASQI prov. Kalteng, ICMI  ORWIL Kalteng, Komisi Pemuda PGI Wilayah Kalteng, Lembaga Pengembangan PESPARAWI Prov. Kalteng, Lembaga Pembinaan dan pengembangan PESPARANI Katolik Daerah prov. Kalteng, Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan tahun 2022, Wanita Hindu Dharma Indonesia Prov. Kalteng, dan DPC PMKRI cabang Palangka Raya.


Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah yang diwakili oleh Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah.



"Kegiatan ini merupakan bentuk upaya pemerintah untuk menjaga dan merawat toleransi beragama dalam menyambut pesta demokrasi 2024 mendatang " pungkas H. Tuaini


Rapat koordinasi ini juga menghadirkan Kabag TU Kanwil kemenag Provinsi Kalimantan Tengah H. Tuaini dan Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah sebagai pemateri kegiatan ini.



Penulis, Rahel Dewi Sartika

Hari Menanam Pohon Nasional  PMKRI Cab. Palangka Raya Tanam Ratusan Bibit Pohon Dengan Berbagai Jenis




Dalam rangka memperingati hari menanam pohon nasional, yang di selenggarakan setiap tanggal 28 November, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palangka Raya, "Sanctus Dionisius"  menanam ratusan pohon di halaman Catholik Center Jalan D. A Tawa, Gang D. A Tawa X (Sepuluh) Kota Palangka Raya, pada Senin 28 November 2022. 



Kegiatan penanaman pohon yang di gelar dalam rangka memperingati hari menanam pohon nasional. Di halaman Catholik Center Palangka Raya, di laksanakan secara sederhana. 

Adapun penanaman di lakukan secara simbolis oleh dinas kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Pastor Moderator, Ketua Presidium, dan seluruh anggota PMKRI Cabang Palangka Raya. 


Rahel Dewi Sartika, Ketua Presidium mengatakan, kegiatan penanaman pohon di lingkungan Catholik Center selain untuk memperingati hari menanam pohon nasional, juga merupakan salah satu upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

Adapun dalam kegiatan ini, terdapat sekitar 300 ratusan bibit tanam dengan berbagai jenis di antaranya bibit petai, jengkol, dan pohon basah. 



"Tujuan dari penaman pohon di halaman Catholik Center, adalah salah satu bentuk upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan" ucap Rahel. 

Lebih lanjut Rahel berharap, melalui giat kecil seperti ini dapat berdampak bagi lingkungan  dan juga bagi masyarakat sekitarnya. 

"Kita harapkan melalui kegiatan ini dapat berdampak baik selain untuk lingkungan juga dapat berdampak dan dapat di rasakan oleh masyarakat sekitar". 




Hal ini juga di tambahkan oleh Marselinus Darman selaku Presidium Gerakan Kemasyarakatan, menanggapi kegiatan ini "melalui kegiatan ini juga PMKRI membangun kesadaran, kesadaran untuk menjaga ekologis, seperti kita ketahui bersama adalah bumi bukan hanya sekedar bumi melainkan bumi adalah ibu kita. Jadi sebagai generasi muda bagaimana caranya menjaga ibu kelestariannya. Dengan harapan, kita melakukan hal yang sederhana tetapi dengan cinta yang besar, kita yakin dan percaya bahwa gerakan penghijauan ini bukan hanya sebatas tanam saja melainkan sampai merawat dan yang akan berkelanjutan."


Anggota Muda PMKRI Cab. Palangka Raya ikut serta dalam kegiatan ini. Ini adalah kegiatan pertama kali dalam kegiatan menanam pohon untuk membuat lingkungan lebih sehat dan lebih segar lagi. Harapan dari Anggota Muda ialah kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi kita juga bagi orang lain.


Hal senada juga di sampaikan oleh Alfonsus Danang, Pastor Moderator PMKRI Cabang Palangka Raya menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam menjaga dan merawat keberlangsungan lingkungan sekitar, sehingga melalui kaum muda PMKRI diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak dalam menjaga kelestarian alam. 

"Dalam kegiatan hari ini, kususnya dalam penanaman pohon di mana sebagai kaum muda kita harus terus semangat dalam mejaga kelestarian ibu bumi, sehingga melalui kegiatan ini harapannya dapat menjadi inspirasi banyak orang termasuk kaum muda yang ada di Indonesia agar tergerak hatinya dalam menjaga alam sekitar" Lugas Romo Danang. 



Masih di tempat yang sama, Rujito sub koordinator pembenihan tanaman hutan dinas kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang di lakukan oleh PMKRI cabang Palangka Raya, sehingga harapannya kegiatan serupa dapat terus di lakukan untuk dapat bersama-sama meperbaiki alam lingkungan sekitar yang rusak dengan cara menanam pohon. 


"kami sangat mengapresiasi kegiatan yang di lakukan oleh PMKRI Cab. Palangka Raya, karena kami percaya kegiatan ini merupakan hal yang positif dan nantinya juga dapat di nikmati oleh orang banyak, sehingga harapannya kegiatan seperti ini dapat terus di lakukan terutama untuk menjaga dan merawat lingkungan sekitar yang rusak" tutup Rujito.


Dalam momentum ini kita diajarkan kesadaran, bahwa sebuah perbuatan yang kecil akan berdampak besar kedepannya. Dalam rangka menanam pohon yang dilakukan begitu sederhana, kiranya kegiatan ini bukan hanya sampai ditanam saja melainkan dijaga dan dirawat.



Penulis

Riset & Teknologi

Thursday, November 24, 2022

Menanamkan Spirit Kristianitas, Fraternitas, dan Intelektualitas, untuk Melahirkan Agen Perubahan. MPAB I PMKRI Cab. Palangka Raya


Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palangka Raya "Sanctus Dionisius" menyelangarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB I) dengan tema "Menanamkan Spirit Kristianitas, Fraternitas, dan Intelektualitas, untuk Melahirkan Agen Perubahan" [25-27/11/2022]

Pembukaan Kegiatan ini berlangsung di Aula Serba Guna Tjilik Riwut [24/11/2022] yang dihadiri oleh Anggota Penyatu, Dewan Pendamping, Anggota Biasa, serta Rekan Juang Cipayung Plus Kota Palangka Raya (GMNI dan GMKI)



Ketua Panitia, Apolonarius Harum menyampaikan bahwa jumlah peserta MPAB 35 orang. Dengan 35 orang ini berasal dari berbagai perguruan tinggi yang berada di Kota Palangka Raya. Adapun pesan untuk peserta MPAB dari ketua panitia ialah "selamat dan semangat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan".


Rahel Dewi Sartika selaku Ketua Presidium PMKRI Cabang Palangka Raya dalam sambutan  menyampaikan kepada peserta MPAB "selamat datang dan selamat bergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cab. Palangka Raya untuk peserta MPAB". Ketua juga menyampaikan banyak pengalaman saat dari masuk PMKRI 4 tahun yang lalu serta ilmu yang tidak didapat di universitas. Ketua juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan Mpab ini sehingga dapat dimulai dengan sidang kehormatan ini. Rahel juga menambahkan mengucapkan terima kasih kepada pastor moderator PMKRI cabang Palangka Raya yang selalu mendampingi dan membimbing Pmkri cabang Palangka Raya

Anggota Penyatu diwakilkan oleh Antonius Triady banyak menyampaikan pengalamannya selama berPMKRI, dalam sambutan beliau menyampaikan kepada peserta MPAB tetap semangat mengikuti awal hingga akhir kegiatan nanti olehnya setelah kegiatan MPAB masih ada MABIM (Masa Bimbingan) adalah tahap kedua atau pendidikan kedua dalam pendidikan formal PMKRI. Harapannya rekan-rekan yang baru tetap bertahan hingga LKK, pendidikan formal ketiga PMKRI. 

Dewan pendamping, Egi Praginanta menyampaikan pengalaman dan aksi ketika menjadi ketua Presidium di PMKRI Cab. Palangka Raya 2019-2021, dalam sambutannya "3 benang merah" sebagai dasar anggota PMKRI yaitu Kristianitas, Fraternitas dan Intelektualitas yang selalu dikenalkan di kegiatan MPAB.


Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru ini berjalan dengan lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, diantaranya ialah seluruh undangan mengunakan masker, pengaturan jarak kursi yang menjamin kenyamanan dan keamanan para undanagan selama acara selesai. 


Riset & Teknologi

Tuesday, November 15, 2022

Tindakan kekerasan terhadap Mahasiswa Kalteng. Dikecam oleh Biro Pergerakan Perempuan &. Biro HAM PMKRI Cab. Palangka Raya



Aksi Mahasiswa Kalimantan Tengah (GERAM)  mendapat respon dari berbagai kalangan Masyarakat.


PMKRI Cabang Palangka Raya, melalui Biro HAM dan Biro Pergerakan Perempuan mengecam insiden yang terjadi di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah,(14/11/2022).


Aksi jilid 3 Mahasiswa yang mengatasnamakan (Geram) dalam mengevaluasi Kinerja Gubernur Kalimantan Tengah.


Dalam memperjuangkan tuntutan-tuntutan berlangsung, tidak berjalan begitu kondusif lantaran adanya insiden antara massa aksi dengan aparat keamanan.


Aksi dorong-mendorong pun terjadi antara kedua belah pihak yang mengakibatkan beberapa orang menjadi korban dari massa aksi.


Berdasarkan pengakuan dari salah satu massa aksi yang tidak mau menyebutkan namanya serta dari beberapa video yang beredar, Biro Hukum  dan Hak Asasi Menusia PMKRI Cab. Palangka Raya Monica Angeli menyatakan, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan tidak dapat dibenarkan dan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan UU yang berlaku.



Sebagaimana yang diatur dalam "UU No 39 Tahun 1999 tentang : 

Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi".


Agnes Tresia Sidauruk Selaku Biro Pergerakan Perempuan PMKRI Cab. Palangka Raya menambahkan, Kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap massa aksi Geram adalah bentuk matinya demokrasi di Kalimantan Tengah.

Biro Pergerakan Perempuan


Bahkan dalam insiden tersebut perempuan diperlakukan secara tidak pantas dan tidak layak. 


Perempuan yang akrab dipanggil Agnes itu menegaskan pelaku dalam insiden tersebut harus bertanggung jawab dan harus ditindaklanjuti. Agar tidak terjadi hal yang serupa di Kalimantan Tengah, pungkasnya.



Penulis, Presidium Gerakan Kemasyarakatan

Monday, November 14, 2022

PMKRI CABANG PALANGKA RAYA MENYAYANGKAN TINDAK KEKERASAN OKNUM SATPOL PP KEPADA MASSA AKSI GERAM



Palangka Raya 15/11/2022- Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka (GERAM) kembali melakukan aksi turun ke jalan jilid III di halaman kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah pada Senin 14/11/2022.


Aksi ini merupakan bentuk perhatian kaum muda terhadap keberlangsungan pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah. Ada  12 (dua belas) point tuntutan masa aksi yang  mereka suarakan, diantaranya: 

1) menuntut gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah untuk menyelesaikan visi , misi,dan janji-janji politik yang diberikan kepada masyarakat Kalimantan Tengah.

2)Menuntut gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah agar lebih serius dalam hal mensejahterakan masyarakat Kalimantan Tengah.

3)menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah untuk mewujudkan ketersediaan infrastruktur dan aksebilitas  penghubung antar kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

4)menuntut gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah agar segera menyelesaikan akar permasalahan pada bencana banjir.

5)menuntut gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang berintegritas terhadap tenaga kontrak berkaitan dengan hak-hak tenaga kontrak.

6)menuntut gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah untuk mendesak DPRD Kalimantan Tengah agar menyuarakan tentang RKUHP, RUU Sisdiknas dan RUU Masyarakat Hukum Adat.

7)menuntut pemerintah daerah Kalimantan Tengah untuk dapat mengeluarkan regulasi tentang tambang rakyat yang menjadi mata pencaharian masyarakat Kalimantan Tengah.

8)mendesak pemerintah daerah untuk menyelesaikan kesenjangan pendidikan baik sarana, prasarana, sumber daya manusia dan bantuan pendidikan yang tepat sasaran mulai dari tingkat SD, SMP SMA hingga perguruan tinggi. 

9)menuntut pemerintah daerah Kalimantan Tengah untuk menyelesaikan permasalahan terkait food estate. 

10)menuntut pemerintah daerah Kalimantan Tengah untuk menyelesaikan permasalahan dalam hal kesehatan khususnya stunting di Kalimantan Tengah. 

11)mendesak pemerintah daerah Kalimantan Tengah untuk memberikan ruang demokrasi, kebebasan berekspresi serta memberantas oknum atau kelompok yang bersifat diskriminatif dan rasis, serta melepas narasi-narasi sara. 

12)mendesak dan menuntut pemerintah untuk mengeluarkan pergub turunan UU TPKS serta menyiapkan rumah konseling


Namun, dalam aksi Geram jilid III kali ini dalam memperjuangkan 12 tuntutan tersebut, tidak berlangsung kondusif lantaran terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak dalam hal Ini pihak Aparat keamanan dengan massa Aksi.


salah satu massa aksi mengatakan, kericuhan aksi diawali dengan keinginan massa aksi untuk menemui gubernur tidak dipenuhi. Massa aksi pun ingin menurunkan setengah tiang bendera Merah Putih sebagai bentuk kemalangan. Namun hal tersebut dihalangi oleh aparat (Satpol PP) dan terjadi dorong mendorong antara massa aksi dengan aparat keamanan, Satpol PP pun berhasil mengamankan bendera merah putih dari tangan massa aksi. Tidak berhenti disitu massa aksi terus berusaha memasangkan bendera merah putih, kericuhanpun tidak bisa terelakkan, tutup dari massa aksi yang tidak mau menyebutkan namanya itu.


Dilihat dari video yang beredar, oknum Satpol PP dengan sengaja menginjak-nginjak dan memukul massa aksi ditengah himpitan kerumunan massa yang menyebabkan tiga orang mahasiswa terluka dan menjadi korban dalam aksi tersebut.


Ketua presidium PMKRI Cabang Palangka Raya, Rahel Dewi Sartika menyayangkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum satpol PP tersebut. Rahel mengatakan tindakan kekerasan merupakan pelanggaran HAM. Ia menambahkan, hal tersebut menunjukan minimnya moral SATPOL PP tersebut.

“kejadian ini harus menjadi evaluasi Kasatpol PP.” Pungkas Rahael




Presidium Gerakan Kemasyrakatan PMKRI Cab. Palangka Raya *Marselinus Darman* menambahkan, tindakan kekerasan yang dilakuakan oleh aparat tentu tidak bisa dibenarkan. Ini adalah bukti kurangnya pemahaman (SDM) aparat dalam menjalankan tugas dan fungsi serta minimnya moral yang dimiliki oleh aparat di Provinsi Kalimantan Tengah.


Hal tersebut dipertegas dan tidak sejalan dengan amant UU yang berlaku.

Pada UU No 9 tahun 1998, tentang  "kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum". Sudah sangat jelas 

Kemudian

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur bahwa Satpol PP dibentuk untuk menegakkan Perda dan Perkada, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat.


Namun hal tersebut hanya sebuah kalimat indah semata, karena praktik di lapangan berbanding terbalik dan tidak sesuai dengan harapan Masyarakat, secara khusus  di Provinsi Kalimantan Tengah.


Kejadian yang dialami oleh Mahasiswa yang tergabung dalam massa aksi GERAM harus diusut tuntas, karena ini adalah salah satu bentuk praktik matinya demokrasi di Kalteng.


Pemerintah harus bertanggung jawab atas kejadian ini, Pemerintah Provinsi (Gubernur), polda/Kapolresta dan Kasat Pol PP Provinsi Kalimantan Tengah agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila. tutupnya



Penulis Marselinus Darman (Presidium Gerakan Kemasyarakatan) 

Thursday, November 10, 2022

Hari Pahlawan Nasional



PMKRI Cabang Palangka Raya "Sanctus Dionisius" melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jalan Tjilik Riwut Km 3, Kamis (10/11/2022) pukul 15.00 WIB. 




Ziarah dalam rangkaian memperingati Hari Pahlawan Nasional. Dalam ziarah ini Ketua Presidium Rahel Dewi Sartika bertindak sebagai pembina upacara, Presidium Gerakan Kemasyarakatan Marselinus Darman selaku sebagai pemimpin upacara, sedangkan peserta upacara dari Presidium lainnya dan sejajarannya serta Anggota PMKRI lainnya. 




Seusai upacara dilakukan proses peletakan karangan bunga di tugu taman pahlawan. Selanjutnya dilakukan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. 



Kemudiaan dilakukan penaburan bunga ke pusara makam pahlawan lainnya yang di ikuti jajaran Presidium, dan anggota PMKRI lainnya. 




Dalam momentum ini mari kita sejenak mengheningkan cipta, mengenang jasa para Pahlawan Bangsa dan para Pahlawan tanpa nama yang mengajarkan makna keikhlasan dalam berjuang. 






Presidium Riset dan Teknologi

Sunday, November 6, 2022

Misa Pengukuhan, pesan dari Uskup sekaligus Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Sudah menjadi rahasia Umum keragaman Indonesia penuh dengan warna yang tidak dapat dimanipulasi.


Jumlah Penduduk Indonesia sekitar lebih dari 275 Individu menyebar ke seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke mendiami wilayah yang memiliki kondisi geografis yang beragam, mulai dari pegunungan, pesisir pantai, tepian hutan, dataran rendah, dataran tinggi, pedesaan hingga perkotaan.


Tak berhenti sampai disitu, keberagaman di Indonesia bukan hanya perihal budaya melainkan juga agama dan keyakinan-keyakinan transendental, tata cara, pola pikir, kebiasaan-kebiasaan dan juga interaksi antar masyarakat. Betapa beragamnya masyarakat Indonesia membuat anggotanya tidak mudah menghindari gesekan dalam konflik kehidupan antar masyarakat.


Pada momentum pengukuhan Pengurus PMKRI Cabang Palangka Raya "Sanctus Dionisius" Periode 2022-2024 (05/11/2022)


Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka M.S.F Uskup Keuskupan Palangka Raya dalam kesempatan pengukuhan pengurus PMKRI Cabang Palangka Raya Periode 2022-2024 menyampaikan pesan terakait refleksi sumpah pemuda yang ke-94 pada tahun 2022.


Mgr. Aloysius menyampaikan bahwa mnyangkut para pengurus dan anggota PMKRI dengan semboyan yg sama Pro Ecclesia Et Patria (untuk Gereja dan tanah air) oleh karena itu saya menegaskansl sebagai kaum muda, tentu memiliki sekian banyak keinginan bahkan antusiasme, oleh karenanya kebersamaan dalam gereja sendiri (Interen) dan didalam masyarakat Extern kehidupan bersama harus disatukan yang menjadikan kesejahteraan, perdamaian dan ketentraman itu bisa dicapai.


Oleh karenanya dikaitkan dengan pemuda PMKRI, kita berjuang dengan 100% Katolik 100% Indonesia, tapi saya mengaitkan 100% Mahasiswa dalam tanda kutip statusnya transisi tidak boleh menjadi mahasiswa yang abadi, itu catatan pertama secepatnya diselesaikan dengan waktu yang telah ditargetkan yaitu 8 smesetar.


Kesempatan dalam ber-PMKRI sepertinya bertemu dengan berbagi teman, rekan dari seluruh Indonesia, itu menunjukkan bahwa kehidupan kita ini tidak pernah lepas dari keberagaman dan karena itu, sumpah untuk menjadi satu dengan berbagai cara.


Oleh karenanya Pro Ecclesia Et Patria dalam arti tertentu yang menjadi semboyan dari PMKRI itu bukan hanya kata indah atau sebuah wacana tapi untuk dilakukan.


Bahkan saya mengutip dari Galatia 5 : 20 Kita harus menghasilkan buah-buah : ialah kasih sukacita, damai sejahtera, kebaikan, kesetiaan dan penguasaan diri*, kalau kita bisa melaksanakan itu, kita memberikan sumbangan yang dalam sumpah pemuda itu yang diharapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.


Persobalitas PMKRI itu tidak boleh hanya di kampus saja, secara intelektual bisa menjadi berimbang seperti menara yang tinggi, indah nan elok diatasnya tapi tidak membumi. Sehingga dalam konteks menjadi mahasiswa harus terjun langsung ke Masyarakat dan masalah-masalah lainnya.


Jangan terujun ke masalah-masalah lalu menjadi masalah kemudian tidak menyelesaikannya.


Namun di bangku kuliah juga jangan sampai ketinggalan "itu juga yg saya tegaskan"


Sebagai anak zaman sekarang sekaligus anak masyarakat harus mampu untuk bentuk atau pola tingkah laku dan sebagi sekaligus menjadi bentuk atau gaya berpikir. 

Mahasiswa harus memikirkan hal-hal yang membawa kemajuan baik itu dalam bidang pendidikan maupun dalam bidang kemasyarakatan, dari situlah saya menyimpulkan bahwa personalitas atau kepribadian mahasiswa itu ditentukan oleh dua unsur.

Pertama intrinsik berkaitan kepribadian mahasiswa dan dari situlah kita bisa mengetahui bahwa setiap orang itu berasal suku tertentu, bahasa tertentu dan budaya tertentu itu yang disebut cerminan intrinsik yang tidak bisa kita tolak yang sudah diberikan oleh Tuhan dengan segala DNA nya kita tidak bisa menolak itu.


Kemudian yang kedua adalah berkaitan dengan Extinsik yaitu lingkungan, dimana mahasiswa itu dibagi dua : lingkungan sosial politik, social culture, sosial Ekonomi pada umumnya dan yang kedua Lingkungan Universitas Perguruan tinggi.


Oleh karena itu sebagai saran sebagai mahasiswa harus kritis, korentif dan memasyarakat.

Salah satu ciri kaum terpelajar bahwa, setiap Mahasiswa tidak boleh berhenti berpikir tentang segala sesuatu. 

Itulah ciri khas mahasiswa, berani berpikir banyak hal untuk direnungkan, diteruskan dan seterusnya.


Seorang Mahasiswa ketika sudah menyelesaikan menjadi generasi baru untuk kepemimpinan.

Bukan tentang apa yang saya peroleh dari negara melainkan apa yang saya sumbangkan untuk negara, demikian juga PMKRI sebagai menghayati Sumpah Pemuda marilah kita berfikir apa yang bisa kita sampaikan, kita sumbangkan untuk persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Tutup dari orang nomor satu Keuskupan Palangka Raya tersebut.

Rahel Dewi Sartika, ketua presidium PMKRI Cabang Palangka Raya mengatakan kaum milenial atau pemuda atau apa saja sebutan bagi kaum muda ini   harus menjadi agen toleransi masa kini dan masa depan, mereka harus menjadi duta Pancasila di dalam kehidupan mereka sehari-hari dalam perjumpaan dengan siapapun di dunia nyata maupun di dunia maia. Karena mereka akan menjadi masa depan bangsa ini. Jika pemudanya mempunyai sikap toleransi, mampu menghargai perbedaan suku, agama, ras dan lain-lain maka Indonesia menjadi "rumah" yang nyaman bagi semua orang. 


Rahel menambahkan bahwa media sosial merupakan sarana strategis untuk memperjuangkan deradikalisasi. Sehingga dalam momentum sumpah pemuda ini Rahel mengajak kaum muda yang kehidupannya lebih banyak di media sosial, untuk berani memposting hal-hal yang positif, keberagaman, persatuan, dan toleransi serta tidak mudah digiring oleh konten dan kabar bohong yang mengancam persatuan dalam kebhinekaan.


Dalam kesempatan yang sama Marselinus Darman (Marselino) selaku Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK) Periode 2022-2024 menegaskan dalam momentum Sumpah Pemuda yang ke 94 dengan mengangkat tema : Bersatu Bangun Bangsa ini bukan hanya sekedar kata indah atau sebuah semboyan semata tetapi diaktualisasikan, selaras dengan tema yang diangkat oleh PMKRI Cab. Palangka Raya dalam merefleksikan sumpah pemuda tahun ini "Sumpah Pemuda Dulu, Kini dan nanti"

Tema ini diangkat berangkat dari sebuah Keresahan melihat dewasa ini kerap kali muncul beragam konflik, terlebih muncul dari pihak yang tidak memahami kamajemukan dalam kehidupan berbangsa yang seharusnya bentuk dari keharmonisan.

Banyak contoh kejadian yang terjadi karena perkara tersebut, padahal kesadaran dan kamajemukan budaya yang berbeda memungkinkan untuk saling mempelajari cara-cara berkomunikasi, budaya, culture yang unik sehingga semangat keberagaman tuntas dan menjadi lebih harmoni.

Maka dari itu pada kesempatan ini kami mengharapkan seluruh pemuda dalam hal keberagaman dalam bentuk apapun itu, dijadikan sebuah kekayaan yang merupakan Cerminan dari Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi satu jua yang menjadi mutlak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.


Dan sangat rugi ketika pemuda hari ini menganggap perbedaan/keberagaman menjadi sebuah pembatasan atau sebuah hama, tentu bukan itu pemuda yang diharapkan atau yang dicita-citakan oleh negeri ini. Imbuhnya 



Penulis MARSELINUS DARMAN

*Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK) PMKRI Cab. Palangka Raya)*

Kabar Duka, PMKRI Cabang Palangka Raya berikan penghormatan terakhir untuk Bapak Abel Dahur

Kabar duka datang dari keluarga besar PMKRI Cabang Palangka Raya "Sanctus Dionisius" pada Jumat (04/11/2022) pada pukul 22.50 WIB di RSUD Lamandau. 

 


Ajal memang tidak diketahui kapan datangnya, sebagai manusia yang lemah, awal dan akhir sudah ditentukan Oleh-Nya, hal yang sama dirasakan oleh PMKRI Cabang Palangka Raya, atas berpulangnya senior yang memiliki peran penting terhadap eksistensi Gereja dan PMKRI Cabang Palangka Raya terkhususnya.


Kepulangan Bapak Abel Dahur tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarganya saja tetapi juga bagi PMKRI Cabang Palangka Raya yang memiliki peran penting di perhimpunan pada masanya hingga saat ini.


Sosok Bapak Abel Dahur memiliki banyak pengalaman dan juga menggeluti berbagai pekerjaan mulai dari tingkat bawah hingga jabatan terakhirnya menjadi Jendela Manager di salah satu Perusahaan di Kalimantan Tengah. Selain itu  juga semasa hidupnya sangat berperan aktif sebagai umat Gereja Katolik dan pada masanya di Organisasi Kepemudaan dalam hal ini PMKRI Cabang Palangka Raya.



Ketua Presidium, Rahel Dewi Sartika dalam sambutannya saat memberikan penghormatan terakhir di TPU Katolik KM 12 Kota Palangka Raya, menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya bapak Abel Dahur, karena beliau adalah sosok yang patut dicontoh oleh Kader PMKRI Cabang Palangka Raya berkat dari perannya. Rahel juga meminta kepada pihak keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir dengan menyanyikan Lagu perjuangan Hymne PMKRI sekaligus meletakkan Bendera PMKRI sebagai tanda penghormatan. Minggu, (06/11/2022) 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Marselinus Darman Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK) Periode 2022-2024.

Kepulangan Bapak Abel Dahur, meninggalkan dukacita yang mendalam bagi kami, karena perjuangan serta kontribusinya yang sangat luar biasa Untuk PMKRI secara khusus di Cabang Palangka Raya. 

Ia juga menyampaikan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan untuk tetap kuat dan terus berdoa agar beliau bisa istirahat dengan tenang di pangkuan Bapa. Tutup dari pria yang akrab dipanggil Marselino itu..




Penulis Presidium Gerakan Kemasyarakatan