Monday, July 4, 2022

HANYA MEMANDANGNYA DARI SUDUT YANG HANGAT


Berkata kata romantis tapi tidak mau bersinggungan, ada yang betulan suka dan ada juga yang mengalahakan rasa tidak nyaman, kita butuh empati, lebih dari penghakiman

kota ini sedang dilanda gerimis takalah jalan hidup kita juga ditakdirkan untuk berubah selamanya, matamu yang pertama kali bicara, hingga menembus pertahananku secara membabi buta.

Melemparkan senyuman tapi tidak bertatapan, haha sedikit ketawa dan merasa lucu, dengan tingkah padahal perjumpaan kita begitu sederhana, sejuta rasa tumbuh dari senyumanmu, rasa berjuta pelangi mewarnai sisi gelap cintaku.

Tidak sederamatis kisah kisah yang didongengkan para punjaga, bahkan di film yang paling romantic Dilan pun tidak ada, bagiku itu udah melebihi apa yang mampu digambarkan para suastra, pada suatu hari aku ingin menjadi seseorang yang selalu mengingatkanmu akan banyak hal, kalo film Dilan menginginkan alat pengukur kebahagian mungkin suatu hari aku ingin menjadi lonceng pengingat waktu untuk kamu, agar kamu tak pernah terlambat menyadari dan agar tak pernah berlari untuk menjauh.

Pada suatu hari aku ingin menjadi seseorangmu, walau kadang aku ialah rasa lupa paling purba yang tak pernah ingin kamu ingat. Seseorang yang mengagumi dalam harapan ialah mata yang tak pernah ingin kau tatap jiwa yang tak pernah kau ingin peluk dan suara yang tak pernah mau kau dengar

Jujur saja aku pun tidak begitu mengerti dengan reaksi yang terlalu cepat, rasa ini muncul bagaikan jamur yang tumbuh saat musim hujan dibulan februari lalu, terlalu pandai berpura-pura hingga lupa kalo kita sedang pura-pura dan akhirnya kita sedang berpura puraan.

Patrisius Agang


Previous Post
Next Post

0 comments: