Thursday, October 12, 2023

Ayo menulis Journaling

Ayo menulis Journaling!

Karya: Rahel Dewi Sartika 


Kegiatan Journaling kian populer saat ini di setiap kalangan usia maupun profesi. Menulis Jurnaling tidak hanya dapat membantu kita dalam merencanakan sesuatu tetapi juga dapat menjadi salah satu solusi permasalahan kesehatan mental.

 Dewasa ini, topik mengenai permasalahan mental menjadi marak dibicarakan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi. 

Laporan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja Indonesia usia 10-17 tahun memiliki masalah kesehatan mental. Sementara 1 dari 20 remaja Indonesia memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir.

“Remaja dengan gangguan mental mengalami gangguan atau kesulitan dalam melakukan kesehariannya yang disebabkan oleh gejala gangguan mental yang ia miliki,” kata Siswanto Agus Wilopo, peneliti utama I-NAMHS di Hotel Grand Melia, Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022), yang dimuat dalam laman UGM.

Journaling atau menulis jurnal diartikan sebagai tindakan yang dilakukan untuk menuangkan ide, pikiran, atau emosi dalam bentuk tulisan, bahkan gambar, baik secara digital maupun manual. Journaling juga berarti menyediakan waktu khusus untuk menulis tentang kehidupan sehari-hari.

Dengan menulis Journaling, seseorang dapat menuangkan perasaan, ide, gagasan, dan rencananya dengan bebas tanpa dihakimi.

Selain itu, Melansir University of Rochester Medical Center, journaling dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, dan membantu tidur lebih nyenyak. Secara umum, aktivitas tersebut dapat membuat kondisi fisik dan mental menjadi lebih sehat.

Sebuah jurnal memiliki bentuk yang beragam.  Ada yang berupa tulisan saja,  gambar atau hiasan, ada juga yang berupa sticky notes, hingga stiker.

 Untuk mulai membuat jurnal, persiapkan alat dan bahan sesuai dengan selera dan kebutuhanmu, begitu juga kamu perlu membuat konsistensi waktu agar dapat secara rutin mengisi jurnalmu.

Jurnaling yang paling sederhana dapat berupa surat kepada orang yang dicintai. Kita dapat mengungkapkan perasaan kepada orang yang dituju dengan bebas. Dapat berupa kemarahan, ungkapan syukur, bahkan sesederhana menceritakan keseharian saja.


Berikut contoh urutan menulis Journaling:

1. Sapaan: 

Kita menyapa orang yang kita tuju (misal: Tuhan, orang tua, sahabat dll)

2. Perasaan:

Marah, kekecewaan, syukur, bahagia, sedih

3. Peristiwanya apa?

Peristiwa yang membuatmu merasakan perasaan mu

4. Pelajaran yang didapat dari peristiwa itu 

5. Ungkapan terimakasih.




Previous Post
Next Post

0 comments: