Tuesday, October 31, 2023

Cinta Yang Menghangatkan Tak Menghanguskan

Cinta Yang Menghangatkan Tak Menghanguskan

(Karya: Alexander Nanga-PHMK)

       Sesuatu Yang Berlebihan Tidaklah Baik. Begitu juga dengan cinta. Pada hakikatnya, Kehidupan Cinta merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini juga sesuai dengan kaidah penciptaan manusia, Yaitu saling berpasang-pasangan.

       Cinta merupakan perasaan yang pastinya dimiliki setiap individu. Cinta juga membantu kita untuk melakukan hal yang seharusnya baik kepada diri sendiri maupun kepada sesama. Menurut saya Cinta mengajarkan kita untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut :

1.      Menerima

Sebelum mengajarkan orang lain untuk mengendarai motor kita harus terlebih dahulu bisa mengendarai motor.

       Sama halnya dengan cinta, Sebelum mencintai orang lain alangkah baiknya jika kita terlebih dulu mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri sama halnya dengan berdamai dengan diri dan menerima segala kelebihan bahkan kekurangan kita. Manusia seringkali tidak menyadari kelebihan yang telah diberikan Allah kepadanya, sebaliknya manusia malah mencari-cari kekurangannya yang tanpa di sadari itu akan membuatnya lupa akan kelebihannya. Hal ini membuat kita sulit menerima diri kita dan kadang menyalahkan Allah yang telah menciptakan kita.

       Harus disadari bahwa Allah sudah lebih dahulu mencintai kita bahkan saya katakan Allah mencintai kita dengan sangat radikal kerena menciptakan kita sesuai dengan citra Allah hingga rela mengorbankan putra tunggal-Nya mati di kayu salib demi menebus dosa manusia. Dengan menyadari kebaikan Allah seharusnya sudah cukup membuat kita merasa di cintai dan menerima diri kita sendiri.

2.      Memberi

       Memberi pada umumnya adalah berbagi apa yang kita miliki kepada  yang tidak memiliki, namun esensi dari memberi akan menjadi lebih terasa ketika kita berbagi kepada yang tidak memiliki dan yang sangat membutuhkan.

       Dalam pengertian Alkitab, Memberi adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan kepada kita. Jadi memberilah dengan suka, dan bukan dengan sedih hati atau karena paksaan. Bunda Teresa juga mengatakan “jika tidak bisa memberi makan kepada 1000 orang, maka berilah makan kepada 1 orang”. Ini berarti kita diberikan kehendak bebas dalam memberi, tidak ada paksaan dan batasan dalam memberi. Kepada siapa dan dalam hal yang paling kecil maupun hal yang paling besar sekalipun. Memberilah selagi kita memiliki apa yang mau kita berikan termaksud cinta.

       Pada poin pertama, saya menyampaikan bahwa kita telah menerima cinta yang begitu besar dari Allah. Maka sebagai manusia yang penuh akan cinta dari Allah, kita harus mampu memberi dan melakukan apa yang Pencipta kita lakukan kepada sesama kita.   

 

3.      Melengkapi

       Kita semua adalah manusia yang di bentuk oleh lingkungan dan luka yang berbeda-beda. Dari lingkungan dan luka yang berbeda itulah yang menciptakan adanya kelebihan dan kekurangan antar kita. Setelah menyadari bahwa semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda maka kita di ajarkan oleh cinta untuk tidak saling menuntut, memaksa dan mencari-cari. Kembali lagi Cinta mengajarkan kita untuk saling menerima apa adanya dan memberi dengan tujuan saling melengkapi.        

 

4.      Mengorbankan

       Dalam Injil Yohanes 15:13 menuliskan, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Sama seperti Yesus yang mati dikayu salib, mengorbankan diri bukan untuk dilihat melainkan untuk memberikan diri seutuhnya untuk keselamatan banyak orang tanpa memandang latar belakang mereka.

       Titik cinta yang paling tinggi adalah dimana kita bisa melakukan segala hal dengan rendah hati tanpa mencari perhatian kepada orang lain. Kerendahan hati dalam melakukan segala hal merupakan hal yang dapat di lakukan dengan mengandalkan  kekuatan cinta. Untuk mencapai tahap ini saya merasa kita perlu merasa sangat penuh hingga dapat memberikan cinta yang begitu besar dalam bentuk pengorbanan. Pengorbanan tidak menuntut adanya balasan dan keuntungan sehingga bagi saya pengorbanan adalah 100% memberikan diri kepada sesama dan Allah. Dari pengorbanan juga kita dapat melihat bagaimana kita benar-benar disayangi, dicintai dan sangat berarti.

       Pernahkah kamu mendengar orang tua yang menuntut anaknya untuk berkuliah dan mengambil jurusan yang mereka inginkan tanpa melihat apa yang anaknya inginkan? Atau pernahkah kamu mendengar atau mengalami pasanganmu melarang untuk melakukan aktifitas positif seperti hobimu ? atau pernahkah sahabatmu mengatur kamu dalam memilih pasangan dengan penilaian-penilaian darinya?

       Dari beberapa contoh ini terlihat masih ada kekeliruan pemahaman terhadap cinta jika cinta diartikan seperti ini maka yang terjadi adalah hubungan yang tidak sehat dimana itu akan membuat individu yang terlibat di dalamnya secara tidak sadar merasa tidak bahagia, direndahkan, mengalami ketidakadilan, dikekang yang berakhir pada kekerasan verbal, fisik maupun psikologis.

        Mungkin teman-teman bertanya bagaimana cinta dan cara menunjukan cinta kepada orang yang kita cintai? Pada doa Regina Coeli (Ratu Surga) hari Minggu (09/5/2021), Paus Franiskus mengatakan “Mencintai seperti Kristus berarti menempatkan diri Anda pada pelayanan saudara dan saudari Anda , seperti yang Dia lakukan dalam membasuh kaki para murid”, kata paus. “Itu berarti membuat diri kita tersedia, apa adanya dan dengan apa yang kita miliki. Ini juga berarti mencintai bukan dengan kata-kata tapi dalam perbuatan.

       Paus Fransiskus menambahkan “Mencintai sebagaimana Tuhan mencintai kita berarti menghargai orang-orang di samping kita dan menghormati kebebasan mereka, mencintai mereka apa adanya, dengan serampangan.” Ini juga berarti mengatasi ambisi untuk mengontrol orang lain, dan sebaliknya memberikan diri kita kepada orang lain.

       Saat ini, Seperti yang kita lihat cinta masih merupakan poin tuntutan dan paksaan yang sejatinya adalah kehendak orang lain dan pada dasarnya di pengaruhi oleh keinginan pribadi dalam diri seseorang. Tuntutan dari orang lain terkadang menjadi penghalang yang secara tidak langsung membuat seseorang melupakan keinginan hatinya kemudian melakukan hal yang bukan kemauannya dengan terpaksa. Dalam posisi ini seseorang akan merasa hampa pada akhirnya.

       Berikanlah cinta secukupnya. Karena cinta sejatinya merupakan perbuatan-perbuatan kecil yang sederhana namun menyentuh hati. Pada akhirnya cinta sejati akan selalu membebaskan dan memerdekakan hati.



Previous Post
Next Post

0 comments: