Monday, September 6, 2021

Kurangnya Pendidikan Pemicu Rusaknya Ekologi Lingkungan


Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang berlimpah dimana memiliki segudang sumber daya alam dan keanekaraman hayati. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup dikatakan bahwa kualitas lingkungan ditentukan oleh apa yang berada di dalam dan di sekitarnya. Sebuah perilaku, pasti akan menghasilkan dampak baik dan buruk. Sebagaimana apa yang dilakukan oleh tangan- tangan manusia dalam menata serta mengelola sumber daya. Sehingga menyebabkan dampak baik maupun buruk terhadap lingkungan berupa kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan terjadi menjadi dua kategori, yaitu kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam (bencana alam), dan kerusakan yang disebabkan oleh faktor manusia (bencana ekologi). Hal tersebut tidak terlepas akan permasalahan yang ada di Kalimantan serta perkembangan wilayah dan peningkatan populasi masyarakat yang semakin meningkat tiap tahunnya menyebabkan terjadinya permasalahan lingkungan yang serius.

Dilansir dari situs kompasiana.com proses perjuangan dalam menyalukan keadilan ekologi selalu dilakukan oleh para aktivis yang peduli akan lingkungan, terkhususnya orang-orang yang fokus akan isu-isu lingkungan. Namun hal ini dapat juga dilakukan kita kader-kader PMKRI dalam merubah cara pandang masyarakat umum terhadap lingkungan, apalagi merubah kebijakan pemerintah yang merupakan salah satu faktor utama kerusakan lingkungan hidup termasuk di Kalimantan tengah.

Dampak dari kerusakan ekologi saat ini yang diakibatkan tingginya emisi dan laju degradasi yang cepat mengakibatkan daya dukung ekologi semakin hancur, fakta tersebut karena diakibatkan negara-negara maju dengan industri dan konsumsi yang berlebihan dan isvestasi skala besar yang destruktif dan masif seperti perkebunan, tambang, HPH, energi dan eksploitasi gambut. Dampak kerusakan ekologi sudah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan mengancam keberlanjutan masyarakat dengan terjadinya perubahan iklim yang ekstrim mengakibatkan bencana dimana-mana seperti banjir, kekeringan, mencairnya es dikutub utara dan selatan karena meningkatnya suhu bumi dan mengancam ketahanan pangan masyarakat karena berpengaruh di sektor pertanian. Dampak tersebut juga dirasakan oleh masyarakat yang ada di Kalimantan Tengah, sehingga penting dalam menyuarakan keadilan iklim bagi masyarakat Kalimantan Tengah dalam membendung kerusakan hutan.

Investasi berbalik menjadi malapetaka persoalan lingkungan dari hari ke hari semakin pelik dan semakin parah kerusakannya. Hal ini diakibatkan pula kebijakan pemerintah yang lebih mengedepankan pertumbuhan ekonomi dari modal asing atau investasi dianggap sebagai penyelamat, tetapi dalam kenyataannya malahan menjadi kemalagan bagi rakyat. Bisa dibayangkan kerugian yang ditanggung oleh masyarakat dari pada untungnya dan tak terhitung jumlah penggusuran yang dilakukan perusahaan-perusahaan, baik perkebunan maupun perusahaan terhadap rakyat yang notabene telah tinggal lebih dulu dari berdirinya perusahaan tersebut.

Banyak sekali petani yang telah dan sedang akan kehilangan tanahnya akibat ulah rakus para pengusaha yang tidak bertanggung jawab, dan yang paling parah tindakan mereka mendapat persetujuan dari pemerintah kita. Hal ini menunjukkan bahwa prilaku pemerintah juga sama-sama dinilai tidak bertanggung jawab mengenai kerusakan ini. “Tidak ada yang lebih kejam dari pembunuhan kecuali mengingkari hak rakyat atas tanah dan menggusur rakyat dari tanahnya dengan cara yang semena-mena sehingga rakyat menjadi melarat dan jatuh miskin,”. Akibat rusaknya alam menjadikan rakyat dihantui perasaan tidak menentu akibat ancaman bencana yang terus mengintai. Banyak petani kehilangan lahan garapan dan berubah menjadi miskin karena kehilangan pekerjaan, kalau pun ada pekerjaan mereka dipaksa untuk menjadi buruh upahan yang siap digaji murah tanpa jaminan kesejahteraan.

Adapun pendidikan yang berperan dalam meningkatkan mutu, pemahaman, dan keyakinan dalam ekologi manusia. Munculnya kerusakan alam, bencana, banjir, tanah logsor, dan krisis lingkungan hidup lainnya dinilai sebagai akibat aktivitas manusia di luar batas kesadaran yang tidak peduli akan rusaknya lingkungan yang berkepanjangan. Untuk mengatasi problem lingkungan agar tidak semakin parah, maka perlunya kita sebagai kader PMKRI membuat langkah strategis dan berkesinambungan. Langkah tersebut dapat berupa suatu proses pendidikan berwawasan lingkungan yang dimana pendidikan adalah wahana yang paling tepat untuk internalisasi dan transformasi

 

Penulis, Biro PGK PMKRI Cabang Palangka Raya

Editor, PRT PMKRI Cabang Palangka Raya

 

 

Previous Post
Next Post

0 comments: