Friday, December 8, 2023

MENURUNNYA KEPERCAYAAN MASYARAKAT PADA PARTAI POLITIK

 MENURUNNYA KEPERCAYAAN  MASYARAKAT  PADA  PARTAI  POLITIK

 Karya: Terayana

Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai poitik semakin menguat. Bagi masyarakat, partai politik tidak bermanfaat positif untuk perbaikan hidup bangsa dan negara, justru merusak tatanan hokum dan demokrasi serta menciptakan kondisi politik yang tidak beraturan. Menurunnya kepercayaan ini dilatarbelakangi adanya kinerja buruk partai politik yang ditunjukan melalui banyaknya kader politik terlibat kasus korupsi, kader partai tidak berpihak kepada rakyat dan melakuan tindakan amoral skandal seks.

Kinerja buruk kader partai ini membuat masyarakat pesimis terhadap partai politik sebagai pilar demokrasi. Sejatinya kader partai politik harus mampu menjaga nilai-nilai demokrasi kapanpun dan dimanapun terutama dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat (DPRD, DPD, DPR RI, Kepala Daerah). Nilai-nilai demokrasi seperti keadilan, partisipatif, pemerataan, dan taat hukum harus dijadikan sebagai pedoman dalam bersikap dan menentukan dalam kebijakan publik.

Partai politik tidak menjadikan nilai-nilai demokrasi sebagai landasan atau pedoman dalam berpolitik, justru yang dikedepankan adalah kepentingan poitik msing-masing yang berorientasi  pada kesejahteraan pribadi kader dan institusi partai politk sehingga kebijakan public tidak berpihak kepada masyarakat.

Kebijakan kenaikkan harga sembako adalah cermin dari sikap kader politik yang tidak menjadikan nilai-nilai demokrasi sebagai pedoman dalam menentikan kebijakan. Mestinya, kader partai politik terutama DPR RI harus menolak kebijakan tersebut karena mayoritas masyarakat kecil terutama petani dan buruh tidak menginginkan adanya kebijakan kenaikan harga sembako. Namun kader partai politik yang duduk di kursi DPR RI tidak menghiraukan suara rakyat, justru mayoritas DPR RI merasionalisasikan kenaikan harga sembako.

Politik Dinasti Partai Politik

Permasalahan lain partai politik adalah kesenangannya mempertahankan politik dinasti. Kendati partai politik menjadikan demokrasi sebagai asas dan ideologi politik, namun dalam praktiknya mereka tidak bisa lepas dari politik dinasti. Partai politik dikelola secara kekeluargaan. Struktur dan kepengurusan didominasi satu keluarga. Kader-kader terbaik bangsa tidak diberikan kesempatan oleh keluarga tertentu untuk mengatur dan mengelola partai politik. Dampak dari dinasti politik partai politik ini adalah terbentuknya struktur negara dan pemerintahan yang dikuasai oleh keluarga tertentu, terciptanya

diskriminasi politik dalam berbangsa dan bernegara, dan menguatnya budaya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Bentuk politik seperti inilah membuat bangsa dan negara semakin terbekalang, termiskinkan, dan memicu lahirnya sejuta persoalan seperti tindakan teroris serta tindakan kekerasan sosial politik. Bentuk dinasti politik partai politik semakin diperparah lagi dengan adanya pola pikir elit partai baik di pusat maupun di daerah bagai pola pikir pedagang.

Karena itu, seringkali partai politik mengusung dan mendukung politisi yang tidak searah dengan ideologi partai. Elit partai tidak memperhatikan ideologi politisi namun melihat seberapa besar modal uang yang dimiliki politisi. Dampak dari politisi ini adalah lahirnya pemimpin-pemimpin politik yang tidak memiliki integritas dan kapabelitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan profesional.

Partai politik yang mengabaikan peran dan fungsinya sebagai pejuang aspirasi rakyat, mengabaikan demokrasi, dan membudayakan politik dinasti secara langsung menjadikan bangsa dan negara semakin terpuruk. Karena itu, diharapkan ditahun pemilu ini partai politik dapat mengoptimalkan fungsi kerakyatannya, mampu berinteraksi dengan masyarakat tanpa dibatasi waktu dan ruang elitis, dan berupaya memperbaiki kaderisasi dan penataan sumber keuangan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, partai politik akan semakin mantap sebagai pilar demokrasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

 

Apasih yang bisa kita lakukan?

Sebagai masyarakat Indonesia kita memiliki hak dalam berpendapat, maka kita harus bergerak dan bersuara serta membela masyarakat dalam partai politik yang tidak bertanggung jawab atas tugasnya. Serta banyaknya partai yang tidak berpihak pada masyarakat dan korupsi harus segera di atasi karena kita juga memiliki hak dalam bersuara dan berpendapat.

 

 


Penulis: Terayana

#tugasopini

Previous Post
Next Post

0 comments: