Saturday, October 23, 2021

Resensi Buku : Berdamai dengan Masa Lalu

 

Judul Resensi                : Memaafkan Sangat Penting Untuk Pertumbuhan Rohani

Judul Buku                    : Berdamai dengan Masa Lalu

Penulis                         : Asti Musman

Penerbit                       : Anak Hebat Indonesia

Tebal                           : 240 hlm. 14 x 20 cm

Harga buku                 : Rp. 49.500

Cetakan pertama        : Desember 2019


Pembukaan

Asti musman adalah nama pena dari Estiningdyah, S.P. Ia merupakan ibu dari dua anak yang telah beranjak dewasa, Esza Prayojana Parapaga dan Parahita Rausian Fikra. Asti Musman lahir di Tuban, Jawa Timur, 24 Juni 1968. Alumni Fakultas Pertanian Univeristas Udayana ini suka menulis cerita pendek sejak kelas empat SD di Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur. Pernah bekerja sebagai freelance reporter di Bali Post (Bali), Harian Nusa (Bali), Bali News (Bali). Beberapa tulisannya dimuat di Koran Swadesi dan Simphoni (Jakarta) dan Djaka Lodhang (Yogyakarta).

Sejak kuliah hingga saat ini ia bekerja sebagai praktisi media di Radio Top FM (Bali), Radio Plus (Bali), Radio Menara (Bali), Radio Global FM (Yogyakarta), Radio Swara Jogja (Yogyakarta), Eksekutif produser news dan feature JogjaTV. Pernah mengajar sebagai dosen FISE Unriyo Yogyakarta untuk mata kuliah Produksi Berita TV dan Dokumenter.

Saat ini penulis mengemban amanah sebagai Direktur Operasional Radio Global FM Jogja.

Hingga sekarang penulis masih aktif menulis naskah sandiwara radio, menulis dan memproduksi iklan layanan masyarakat, dan dokumentasi beberapa kegiatan pemerintah maupun swasta.

Beberapa buku yang pernah ditulis Antara lain:

1.      Marketing Media Penyiaran (2011, Cahaya Atma Pustaka)

2.      Batik Warisan Adiluhung (2011, Andi Publisher)

3.      99 Tanda Karyawan Sukses (2011, Cahaya Atma Pustaka)

4.      Jurnalisme Dasar (2013, Citra Media)

5.      Tes Kepribadian untuk Melihat Tipe Karaktermu & Orang Lain (2015, Psikopedia)

6.      Lurik: Pesona, Ragam, dan Filosofi (2015, Penerbit Andi)

7.      Trik Membaca Karakter Orang Lewat Tulisan Tangan (2016, Psikopedia)

8.      The Power of Negotiating: Sukses Negosiasi (2016, Psikologi Corner)

9.      Pensiun Cerdas (2016, Quadrant)

10. The Power of Comunication (2016, Psikologi Corner)

11. Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh (2016, Psikologi Corner)

12. The Habit of Miliarder dalam Berpikir & Menyikapi Kegagalan (2016, Psikologi Corner)

13. 10 Ways Being You (2016, Psikologi Corner)

14. Filosofi Rumah Jawa (2017, Pustaka Jawi)

15. Pitutur Luhur Jawa (2017, Pustaka Jawi)

16. Agama Ageming Aji, Menelisik Akar Spritualisme Jawa (2017, Pustaka Jawi)

17. Dua Menit Membaca Kepribadian & Karakter Orang Lain (2017, Psikologi Corner)

18. The Miracle of Positive Thinking (2017, Psikologi Corner)

19. Berdamai dengan Emosi (2017, Psikologi Corner)

20. Cara Ampuh Melatih Kebiasaan Positif (2018, Psikologi Corner)

21. Jangan Salah Mengasuh Bayi (2018, Oxigen Media Ilmu)

22. Cara Ampuh Menjadi Diri Sendiri (2018, Psikologi Corner)

23. Fokus 5.0 (2018, Psikologi Corner)

24. Bahagia Ala Orang Jawa (2018, Pustaka Jawi)

25. Dari IKIGAI Tawakal, hingga Lagom (2018, Psikologi Corner)

26. Karomah Walisongo (2018, Mueeza)

27. Sunan Bonang (2019, Arsaka)

28. Buku Tes Kepribadian Paling Akurat (2019, Psikologi Corner)

29. Simple Life (2019, Psikologi Corner)

30. Kaizen for Life (2019, Psikologi Corner)

Dan lain-lain.

 

Kesan saya setelah membaca buku ini adalah termotivasi untuk lebih sabar menghadapi setiap masalah, belajar untuk tidak menyalahkan diri sendiri tetapi lebih bisa menerima kesalahan yang telah terjadi di masa lalu. Memaafkan diri sendiri dan tidak mengulangi kesalahan yang dulu dan merubah sifat dan kepribadian agar lebih baik lagi. Termotivasi untuk bisa jadi pribadi yang lebih dewasa dan mudah memaafkan kesalahan diri dan orang lain, menjadikan setiap kesalahan yang terjadi sebagai pembelajaran hidup.

 

Sinopsis

Sederhana saja. Bukannya kita tidak ingin berbuat lebih baik dan hidup lebih baik pula. Kita selalu melakukannya. Namun kadang kita tidak tahu bagaimana caranya menuju ke sana. Dan dengan semakin bertambah usia, siapa pun ingin menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan lebih damai.

Untuk berdamai dengan masa lalu, kita harus sengaja melakukannya. Kita harus memiliki niat untuk melepaskan kemarahan, melepaskan penyesalan, memotong hal-hal yang tidak bisa kita lepaskan, dan menerima bahwa tidak semua hal dapat terjadi seperti yang kita inginkan.

Kegembiraan kita, kebahagiaan kita, hanya diri kita sediri yang bertanggung jawab, bukan orang lain. Maka, hidup ini akan menjadi hidup ketika kita bisa berdamai dengan hal yang sudah terjadi di masa lalu.

Rasa sakit hati di masa lalu ibarat sebuah bola besi. Maka, janganlah memikul bola itu sendirian di atas kepala. Sudah waktunya bagi kita untuk menggeser atau melemparkan rasa sakit itu. Mengeluarkan penyesalan. Memaafkan diri sendiri, dan memaafkan mereka.

Memaafkan diri sendiri penting untuk proses penyembuhan karena memungkinkan kita melepaskan amarah, rasa bersalah, rasa malu, kesedihan, atau perasaan lain yang mungkin kita alami. Langkah itu akan membawa kita terus maju. Maka, berdamailah dengan masa lalu, dan temukan diri Anda yang sejati.

Dalam buku ini membahas tentang belajar untuk melepaskan setiap beban yang ada dalam setiap orang, terutama beban masalah yang terjadi pada masa lalu. Melepaskan beban dengan memaafkan setiap kesalahan di masa lalu, kesalahan diri sendiri maupun kesalahan orang yang pernah hadir di masa lalu. karena setiap kenangan di masa lalu adalah pelajaran, dari masa lalu kita dapat belajar banyak. Semakin banyak masalah yang dihadapi di masa lalu maka akan semakin banyak kita belajar dan berproses untuk lebih dewasa dengan memafkan kesalahan-kesalahan itu. Berbicara tentang memaafkan bukanlah hal yang mudah, namun dengan memaafkan hidup kita akan terasa lebih tenang. Mulailah dengan memaafkan diri sendiri terlebih dahulu, tidak ada yang salah dengan masa lalu apapun itu. Karena kita manusia tempatnya salah, maka dari itu maafkan diri sendiri baru kemudian memaafkan orang lain agar beban semakin berkurang. Bayangkan jika tetap menyimpan dendam pada seseorang, tidak ada ketenangan yang ada di hati kita, melainkan rasa tertekan dan tidak tenang yang kita dapat, melainkan menjadi sebuah racun yang dapat merusak kita dari dalam.

Ada kutipan dalam buku ini yang menarik bagi saya, terdapat pada halaman 12, seorang mentor sukses Wayne Dyer mengatakan “ Memaafkan orang lain sangat penting untuk pertumbuhan rohani”. Memaafkan orang lain banyak manfaatnya seperti mengurangi beban hati, meningkatkan pertumbuhan iman, melatih kesabaran kita pula.

 

Keunggulan dari buku ini adalah, dapat memotivasi seseorang untuk dapat memaafkan diri sendiri maupun orang lain, memotivasi agar tidak terlalu berlarut dalam kesedihan dan keterpurukan, bahasanya mudah dipahami dan banyak memberikan ilustrasi agar pembaca dapat mudah memahami apa yang disampaikan oleh penulis. Sehingga pesan dalam buku tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca

 

Kekurangannya kualitas kertasnya tidak terlalu bagus sehingga terdapat beberapa halaman yang tulisannya buram dan sulit dibaca, penjilidannya juga kurang bagus karena mudah lepas.

 

Penutup

Buku ini cocok untuk seseorang yang masih sulit memaafkan orang lain maupun diri sendiri serta belum bisa berdamai dengan masa lalu. Bacalah buku ini saat sedang berbeban berat, karena dengan membaca buku ini pembaca dapat menerima banyak informasi maupun motivasi untuk lebih bisa menerima dan melepaskan beban yang sedang dipikul. Dan saran saya sebagai pembaca, untuk kualitas kertas dapat ditingkatkan agar tulisan dibeberapa halaman dapat terlihat jelas dan tidak buram.

Penulis, Kristiani Anjelika Bidup

Editor, PRT PMKRI Cab. Palangka Raya

Previous Post
Next Post

0 comments: