Wednesday, October 20, 2021

Resensi Buku : Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat



Judul Buku                   : SEBUAH SENI BERSIKAP BODO AMAT

Pengarang / penlis      : MARK MANSON

Penerbit                       : PT. GRAMEDIA WIDIASARANA INDONESIA

Tahun Terbit                 : 2018

Tebal Halaman            : 246 Halaman

Harga                          : Rp. 67.000,00

Pada Bab 1 buku ini mengajarkan kepada kita untuk menjadi seseorang yang tidak perlu menjadi pribadi yang diakui didepan umum karena sesuatu hal akan nyata pada hasil dari pekerjaan yang telah dikerjakan bukan mengenai pekerjaan itu apa. Satu kita pegang bahwa bukan hanya rumah juga yang yang memiliki kunci namun kehidupan juga memilikinya. Kunci untuk kehidupan yang  baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal, tapi tentang memedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar dan mendesak serta penting, apapun yang kita lakukan hendaknya kita melakukannya tanpa sikap cemas.

Terkadang Hasrat untuk mengejar semakin banyak pengalaman positif sesungguhnya ialah sebuah pengalaman negatif. sementara secara paradoksal, penerimaaan seseorang terhadap pengalaman negatif justru merupakan sebuah pengalaman positif. Dimana seseorang terhadap pengalaman negatif justru merupakan sebuah pengalaman positif artinya semua hal yang bernilai positif dalam kehidupan dimenangkan lewat pengalaman yang berasosiasi negatif. Dengan melewati hal buruk seseorang akan lebih selektif dalam menjalani proses kedepannya. Salah satu sikap yang dianjurkan kepada kita dalam segala situasi ialah sikap bodo amat. Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, tapi bagaiman anda nyaman menjadi pribadi yang berbeda. Nah, untuk bisa mengatakan bodo amat pada kesulitan, pertama yaitu anda haru peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan

Pada Bab 2 menceriterakan mengenai Kebahagiaan yang bersifat algoritmik. Rasa sakit dalam segala bentuk merupakan alat yang paling efektif dari tubuh kita untuk mendorong suatu aksi. Dikatakan bahwa Kebahagiaan berasal dari memecahkan masalah yang merupakan sebuah konstanta kehidupan yang pada prinsipnya dalam masalah jangan lakukan penyangkalan dan berjiwa mentalitas korban

Bab 3 mengajarkan kita meyakinkan diri sebagai makhluk spesial, merupakan sebuah strategi yang gagal. Karena kenapa ? pada kenyataannya semakin dalam rasa sakit, semakin kita merasa tak berdaya menghadapi permasalahan kita , dan semakin banyak keistimewaan yang kita perlukan sebagai kompensasi atas permasalahan tersebut. Tak jarang juga segelintir orang yang berhasil menjadi unggul disuatu bidang, meraih posisi tersebut bukan karena merekaa meyakini diri mereka istimewa, sebaliknya mereka menjadi luar biasa karena mereka terobsesi dengan perbaikan. Perbaikan inilah yang dimaksud, mampu menjadi pribadi yang setiap waktu merenungkan segala sisi yang telah dilakukan pada ruang dan waktu.

Pada Bab 4 menceriteritakan suatu kisah seseorang yang dirundung penderitaan yang menurutnya sangat sulit untuk mengatasinya. Dari dulu sampai sekarang manusia sering memilih untuk membaktikan porsi besar hidup mereka demi alasan – alasan yang tampaknya tidak berfaedah atau merusak dengan hal yang bersifat nikmat. Padahal pada dasarnya Kenikmatan adalah tuhan palsu, banyak diantara kita yang mau diakui dan diberikan nilai oleh subjek lain, yang tanpa kita sadari bahwa Nilai adalah tentang membuat prioritas

Di Bab 5 dipaparkan dengan jelas bahwa kita tidak bisa selalu mengambil kendali terhadap apa yang terjadi pada kita, namun kita selalu bisa mengendalikan cara kita menafsirkan segala hal yang menimpa kita, dan cara kita merespons, cukup bertanggung jawab atas permasalahan kita jauh lebih penting, karena darisanalah pembelajaran yang sesungguhnya berasal. Kita tidak berlari dan menyalahkan orang lain,  hanya akan melukai diri sendiri.

Pada Bab 6 menegaskan ‘ Tidak ada dogma  yang benar, tidak ada ideologi yang sempurna, yang ada hanyalah pengalaman seseorang tergantung apakah itu positif atau negatif ‘. Banyak orang mampu bertanya pada diri sendiri apakah mereka keliru, namun hanya sedikit yang mampu melangkah lebih jauh dan mengetahui dengan benar apa artinya jika mereka keliru. Melontarakan sebuah pertanyaan berarti meminta Kepastian yang adalah musuh dari pertumbahan.

Bab 7 mengisahkan tentang orang yang mengalami kegaggalan. Rasa gagal yang sungguh tak bisa diterima dengan lapang dada. Kegagalan yang mengajarkan manusia untuk menahan rasa sakit akibat dari pilihannya sendiri.

Pada Bab 8 mengatakan Hindari penolakan sering ditawarkan kepada kita sebagai jalan untuk membuat diri kita mersa lebih baik, tetapi menghindari penolakan memberi kenikmatan sesaat yang membuat kita tanpa kemudi dan tanpa arah dalam jangka panjang. Penolakan adalah keahlian hidup yang pentingg dan krusial.

Dan terakhir pada Bab 9 adalah gambaran sebuah  imajinasi akan Perjalanan  terakhir dalam dunia yaitu bahwa kematian adalah kenyataan.

Kesimpulan : kehidupan adalah perjalanan yang hidup yang seolah seperti secarik kertas surat diawal dengan pembukaan,isi, dan diakhiri dengan penutup.

Ø  Kelemahan dari buku yang berjudul : SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT

§  Menyajikan peristiwa kehidupan yang tidak lengkap

§  Tidak menyertakan gambar yang mendukung peristiwa yang sedang diceritakan sehingga pembaca sulit menelaah dengan dalam

Ø  Kelebihan dari buku yang berjudul : SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT

§  Menceritakan beberapa kisah nyata yang dapat dijadikan sebagai pelajaran dalam hidup

§  Menyajikan kosakata yang mudah dipahami oleh pembaca

§  Menuangkan amanat yang begitu dalam

Penulis, Erwina Gulo

Editor, PRT PMKRI Cabang Palangka Raya

Previous Post
Next Post

0 comments: