Thursday, October 21, 2021

Resensi Buku : Kisah Cinta Soekarno

 

Judul Buku        : Kisah Cinta Soekarno

Penulis             : Octavia Pramono

Penerbit           : Araska

Cetakan           : 1 Mei 2018

Halaman         : 206 halaman

Memperbincangkan Soekarno , selalu saja menarik dan banyak sisi yang bisa dikupas. Energi yang tersedia untuk memperbincangkan tokoh bangsa yang satu ini, seolah-olah tidak pernah menyurut. Sungguh tak dapat diingkari, Soekarno adalah Soekarno. Meskipun tahun berganti dan masa berlari, perbincangan tentang Soekarno cenderung mengabadi. Segala kenangan tentangnya tak serta-merta melayang hilang tertiup angin masa lalu.

Memang, tak semua perbincangan tentang Soekarno merupakan perbincangan yang melulu baik. Ada banyak pula, perbincangan-perbincangan sumbang dan kontra; entah terkait dengan posisi Soekarno sebagai tokoh bangsa maupun terkait jumlah perempuan yang pernah dinikahinya. Sejarah menunjukkan dengan jelas bahwa Soekarno memang pecinta wanita. Dalam suatu kesempatan wawancara, Soekarno bahkan mempersilakan khalayak untuk memandang dirinya secara komplet sebagai manusia. Yakni manusia biasa yang seutuh-utuhnya manusia. Lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Jadi, tidak hanya menilai dirinya dari satu sisi; sisi baiknya saja atau sisi buruknya saja.

Buku ini menyajikan kisah cinta Soekarno, sang flamboyan, yang masig belum terkuak di masyarakat. dengan panggilan yang cermat, seksama, objektif, buku ini menyajikan konflik batin Soekarno sebagai seorang pecinta, juga disajikan sisi-sisi kebahagiaan sebagai sang pecinta para wanita.

Pada buku ini terdapat sepuluh bagian diantaranya; ditakdirkan untuk menjadi sesuatu, pria bergelimang cinta dan berhati penuh cinta, menjadi pribumisuperior melalui cinta para noni, bukan buaya darat bukan play boy, sekali memikat sesudah itu menjerat, tentang para istri soekarno, soekarno bersedia menanggung konsekuensi cintanya, konflik batin dan kebahagiaan soekarno, soekarno diantara sarinah dan poligaminya, sekelumit tentang poligami soekarno.

Ada saatnya dalam hidupmu engkau ingin sendiri saja bersama angin menceritakan seluruh rahasia lalu meneteskan air mata Soekarno banyak dipuja dan dipuji namun di sisi yang berseberangan Beliau juga banyak menerima kritikan dan caci maki banyak orang yang menaruh hormat kepada Soekarno tapi tak terelakkan ada juga yang bersikap sinis dan senantiasa Soekarno memang terlahir menjadi sesuatu sejak lahir hingga kereta ajal menjemput Bukankah selalu ada hal-hal yang patut dikisahkan tentang nya melalui dari hal-hal yang serius dan idealis hingga hal-hal tentang berisi terlebih hal-hal yang terkait dengan cerita cintanya apabila hal itu kita nilai salah jangan kita tiru Sebaliknya apabila kita menganggapnya sah-sah saja Jangan menyalahkan orang yang menganggap beliau salah, Toh masing-masing kita tidak tahu bagaimana sesungguhnya Soekarno di matanya.

 Tin dari buku ini mengajak kita untuk memandang sesuatu dengan Komplek tidak hanya dari satu sisi baik itu Sisi baik maupun buruknya karena layaknya seorang manusia biasa yang selalu terperangkap diantara dua sisi.

Bung Karno adalah pribadi yang sangat mencintai akan suatu keindahan, secara terkhususnya mencintai keindahan wanita, Karena Soekarno menyukai keindahan dari seorang wanita, Soekarno mempunyai sembilan istri yang resmi, yang bernama Siti Oetari Tjokroaminto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sri Dewi, Haryati, Yurike sanger, Kartini Manoppo, Heldy Djafar, itulah gambaran deretan nama – nama istri resmi dari Soekarno.

Inggit Garnasih adalah istri kedua soekarno yang memiliki jasa yang sangat besar dalam mengantarkan Soekarno menuju puncak kesuksesan dari perjuangan politiknya. Fatmawati istri ke tiga soekarno dalam sejarah pun mengatakan bahwa Fatmawati adalah sosok yang menjahit bendera pusaka tersebut, tentunya jasa seseorang Fatmawati pun tidak kalah besarnya dalam perjalanan hidup Soekarno baik terhadap seokarno sebagai individu maupun sebagai sesorang presiden Republik Indonesia.

Ya,ya,ya.  Aku mencintai wanita.  Ya, itu ku akui akan tetapi aku bukanlah seorang anak Pelesiran sebagaimana mereka tuduhkan padaku. (Soekarno)

Penulis, Christian Hadinata Tarigan

Editor, PRT PMKRI Cab. Palangka Raya

Previous Post
Next Post

1 comment: