Sunday, March 26, 2023

PMKRI Palangka Raya dalam Panggung Aspirasi Budaya: Segera sahkan RUU Masyarakat Adat!

PMKRI Palangka Raya dalam Panggung Aspirasi Budaya: Segera sahkan RUU Masyarakat Adat!

Dalam rangka memperingati Hari masyarakat adat Nasional tahun 2023 PMKRI Palangka Raya melaksanakan panggung Aspirasi budaya pada Sabtu, 25 Maret 2023 di Tugu Soekarno Kota Palangka Raya.


Kegiatan panggung Aspirasi ini merupakan salah satu dari rangkaian peringatan hari Masyarakat Adat Nasional yang ditetapkan pada tanggal 13 Maret lalu. Setelah sebelumnya dilaksanakan juga perlombaan menulis bahasa daerah di website PMKRI Cabang Palangka Raya www.suaradionisius.com


Kegiatan panggung Aspirasi ini dilaksanakan dengan beberapa rangkaian acara, mulai dari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membacakan Naskah Pancasila, Doa, dan acara inti yakni penampilan seni-budaya oleh anggota PMKRI Cabang Palangka Raya yang berasal dari masing-masing daerah, yakni, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara (Batak dan Nias), Flores, dan Papua. Beberapa penampilan yang dibawakan adalah penampilan Busana daerah, menyanyikan lagu dan tari daerah, puisi, hingga perkenalan budaya dan cara hidup masyarakat lokal.


Rahel Dewi Sartika ketua presidium PMKRI Cabang Palangka Raya mengungkapkan, kebanggaannya sebagai bangsa Indonesia melihat betapa kayanya Indonesia akan nilai-nilai luhur kebudayaan yang begitu beragam.



"Di sini, saat ini saja, ada berbagai warna yang dapat kita lihat, baju daerah yang begitu indah dan unik dari masing-masing daerah, padahal yang hadir saat ini belum lengkap semuanya, artinya ada begitu banyak kekayaan bangsa ini yang harus dijaga bersama. Saya sangat bangga melihatnya!"



Kegiatan peringatan hari Masyarakat Adat Nasional ini merupakan langkah sederhana untuk melakukan pertobatan budaya, saat ini kurangnya minat masyarakat terhadap kebudayaan bangsa Indonesia oleh pergeseran sikap dan mentalitas yang mengarah pada modernisasi. Rahel juga mengungkapkan, bukan berarti menyukai hal-hal yang modern adalah keliru, namun sebagai warga negara Indonesia seluruh masyarakat dan elemen harus menyadari jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. 


Soekarno dalam sebuah bukunya mengatakan, "Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah".


Ungkapan Soekarno harus menjadi landasan berpikir kita, untuk menyadari peran budaya terhadap kekuatan bangsa Indonesia.


Rahel dalam sambutannya juga menyampaikan pertobatan budaya mendorong semua pihak untuk berkesadaran merawat akar-akar budaya yang mencakup banyak komponen seperti ragam bahasa ibu, kesenian, tradisi, adat istiadat, permainan tradisional, teknologi lokal, pangan lokal dan lain-lain. Perlu disadari juga pentingnya masyarakat adat untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya ini.


"Pertama-tama kita harus mengakui keberadaan masyarakat adat, dan pemberdayaan masyarakat dan secara khusus generasi muda yang hidup di sekitar hutan. Sahkan RUU Masyarakat Adat!" Pungkas Rahel.


Ditempat yang sama, Marselinus Darman selaku Ketua Team Work menambahkan, kegiatan ini juga didasari dengan adanya keresahaan bersama, bahwa polemik yang dialami hari ini cukup signifikan, mulai dari masalah Agraria kemudian keberadaan Masyarakat Adat yang belum memiliki payung yang dapat membuat sinkronisasi peraturan yang menyebar dalam berbagai undang-undang dan peraturan operasional dimasing-masing Kementerian/Lembaga terkait dengan keberadaan dan hak-hak masyarakat adat itu sendiri.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan itu juga berharap Agar RUU Masyarakat Adat segera disahkan menjadi UU, tutupnya.


Meskipun cuaca hujan deras namun hal ini tidak mengurangi semangat anggota PMKRI Cabang Palangka Raya dan beberapa mahasiswa Papua Palangka Raya untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Kegiatan diakhiri dengan operasi semut dan dokumentasi bersama.




#harimasyarakatadat

#panggungaspirasi


Penulis

Marselinus Darman

Previous Post
Next Post

0 comments: