Sunday, August 22, 2021

Dampak Krisis Ekologi Terhadap Pendidikan

Kita tahu bahwa krisis ekologi semakin mengharukan diwilayah kalimatan, kesalahpahaman dan kegagalan masyarakat dalam memahami hakikat serta realitas alam menyebabkan sikap eksploitatif terhadapnya. Ada banyak lahan masyarakat yang telah mereka jual kepada pihak perusahaan batu bara dan sawit hal ini pula tak lepas karena kurangnya pendidkan masyarakat sekitar sehingga dengan mudahnya menjual lahannya yang dari dulunya merupakan lahan warisan nenek moyangnya.

Sehingga ini menjadi pembahasan yang sangat serius bagi penulis dalam menyikapi permasalahan tersebut masyarakat harus meningkatkan edukasinya terkaitan dengan menipisnya hutan Kalimantan tepat tinggal flora dan fauna bahkan kita sendiri juga tinggal didalamnya. Kesadaran akan hal itu sangat dirasa perlu untuk masyarakat Sehingga menjaga hutan tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas lingkungan namun juga penting dalam menunjang kualitas hidup dan perekonomian masyarakat. Sebagian besar masyarakat Kalimantan menggunakan alam sebagai mata  pencahariannya. Namun dalam kenyataannya kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan masih perlu terus ditingkatkan.

Masih banyak masyarakat yang belum sadar bagaimana manfaat dan peran hutan bagi kehidupan mereka serta ancaman-ancaman yang dihadapi oleh hutan kalimantan. Hutan tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat namun juga mampu mengatasi tantangan perubahan iklim. Hutan juga solusi alami untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan bencana alam seperti banjir, tanah longsor bahkan ada Sebagian masyarakat yang sengaja membakar lahan hingga terjadinya kebakaran dan kabut asap untuk pembukaan lahan sawit.

Edukasi adalah langkah yang sangat penting dalam upaya menjaga sumber daya alam untuk generasi mendatang, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami krisis ekologi saat ini. Edukasi bukan hanya didapatkan dari sekolah saja namun dari nenek moyang kita kala di masa lalu. Pola hidup berburu dan meramu nenek moyang sangat tergantung pada kemurahan alam sehingga sangat minim adanya intervensi manusia terhadap alam. Sehingga dirasakan perlu bagi penulis untuk terus mewariskan pemahaman ini. kepada generasi selanjutnya agar hutan selalu terjaga dengan cara membuat buku sejarah Kalimantan yang nantinya akan diedarkan keperustakaan daerah, sekolah, bahkan diletakan dikantor desa agar masyarakat dapat membaca dan mempunyai pemahaman akan kelestarian alam. Tidak hanya itu membuat kamus berbagai Bahasa di Kalimatan, dan adanya mata pelajaran muatan lokal yang mengajarkan kebudayaan sekitar, masyarakat harus mempunyai rasa memiliki hutan dan alam agar tidak dengan mudah menjual lahannya keperusahaan untuk membabat dan membuka lahan yang berdampak bagi kelangsungan hidup flora dan fauna bahkan bencana alam yang semakin tahun semakin kita rasakan. Harapannya Pendidikan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai lingkungan dan dampaknya jika tidak menjaganya.

 

Penulis, Cenurawiati


Previous Post
Next Post

0 comments: