Monday, August 23, 2021

EKOLOGI DAN PENDIDIKAN

Banyak faktor yang mempengaruhi sistem pendidikan baik faktor yang berasal dari dalam maupun luar. Secara makro, faktor dari luar merupakan sistem yang berada di luar pendidikan, antara lain ideologi, ekonomi, politik, sosial budaya, lingkungan alam, dll. Yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi dengan sistem pendidikan. Dengan demikian, pendidikan akan dipengaruhi oleh bahkan berinteraksi dengan lingkungan sosial maupun lingkungan alam dalam ekosistem yang lebih luas. Konsep ini mengarahkan pada pemahaman dan pembahasan pendidikan dilihat dalam perspektif ekologi.

Pada saat ini telah terjadi krisis ekologi, yaitu krisis hubungan antara manusia dan kebudayaan dengan lingkungan hidup tempat mereka berlindung, bermukim, dan mengeksploitasi sumber daya alam. Kondisi seperti ini senantiasa menjadi tantangan pendidikan di Indonesia untuk meyiapkan dan menghasilkan manusia atau warga negara yang peduli terhadap kerusakan atau pencemaran lingkungan, dengan harapan akan terjadi keseimbangan yang harmonis antara lingkungan dengan manusia yang hidup di dalamnya. Kondisi ini menjadi mendesak untuk segera diatasi, dengan harapan manusia hidup dalam lingkungan yang nyaman dan aman bagi kelangsungan hidup manusia yang harmonis. Oleh karena itu, tulisan ini dimaksudkan untuk menguraikan upaya pendidikan agar berorientasi pada ekologi, khususnya dalam aspek tujuan pendidikan dan implikasinya dalam proses pembelajaran. Dua pertanyaan yang akan dijawab melalui tulisan ini adalah bagaimanakan karakteristik pendidikan yang berwawasan ekologi, dan bagaimana implementasinya di sekolah sebagai bentuk pemberdayaan lingkungan sekitar untuk pembelajaran ?

Pada tahun 2021 ini, di dunia pendidikan khusunya pendidikan tingkat perguruan tinggi sudah mulai menerapkan merdeka belajar atau kampus merdeka dengan maksud agar mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dilapangan. Bersama dengan hal ini, berkaitan dengan ekologi tentunya dapat menjadi kesempatan dalam mengedukasikan bagaimana kedepannya melalui pendidikan, krisis ekologi yang dialami sekarang dapat diketahui dan minimalisir. 

Penulis, Eduardus Setno 


Previous Post
Next Post

0 comments: