Friday, May 22, 2020

4M UNTUK TANGKAL COVID-19



Oleh: Dwi Paskah Marito Br Sihaloho

Saat ini dunia sedang dihadapkan dengan virus Corona atau disebut juga COVID-19 yang mengancam kehidupan manusia. Kini virus Corona telah menyebar luas ke 213 negara didunia termasuk Indonesia. Dilansir dari Worldometer, total kasus positif virus Corona didunia telah mencapai 4.804.768 kasus per tanggal 18 Mei 2020. Virus Corona ini menyebar saat seseorang tidak sengaja terkena cipratan air liur dari orang yang positif atau ketika melakukan kontak fisik dengan orang yang sudah terpapar. Adanya globalisasi diperkirakan menjadi faktor penting yang mempengaruhi penyebaran virus ini.
Globalisasi semakin membuat dunia menjadi “small village”, dimana semua bagiannya menjadi saling terkoneksi tanpa batas sehingga pergerakan barang dan manusia antar negara dan benua menjadi lebih cepat dan mudah. Selain itu, kemajuan teknologi transportasi yang membantu kemudahan dan kecepatan mobilitas manusia antar negara dan benua juga menjadi faktor penting. Dalam sejarah, belum pernah terjadi sebuah virus yang menyebar begitu agresif dan cepat ke hampir seluruh belahan dunia hanya dalam waktu kurang lebih empat bulan sejak kemunculannya pertama kali di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada akhir November 2019. Dengan penyebaran yang sangat cepat dan meluas, maka WHOpun menyatakan wabah Virus Corona atau COVID-19 sebagai pandemi. Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghabyesus, pandemi merupakan epidemik penyakit yang menyebar di wilayah yang sangat luas mencakup lintas benua atau global. Kategori pandemi ditetapkan apabila memenuhi tiga kondisi meliputi munculnya penyakit baru pada penduduk, menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit berbahaya serta menyebar dengan mudah dan berkelanjutan antar-manusia.
Sejak pertama kali virus ini terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2020 yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, pemerintah Indonesia juga telah memberlakukan beberapa aturan. Aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah ini diharapkan mampu mengatasi penyebaran virus Corona agar tidak menyebar luas dan menginfeksi banyak orang. Adanya aturan yang diberlakukan dinilai sebagai langkah preventif agar membatasi aktivitas orang diluar rumah sehingga diharapkan mampu memperkecil kemungkinan terinfeksi. Himbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah dirumah, kemudian menjaga jarak baik secara fisik (physical distancing) maupun sosial (social distancing), membatasi akses transportasi baik darat, laut dan udara bahkan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah saat ini sedang kita lakukan bersama.
Para ilmuwan telah merekomendasikan agar manusia dapat mengurangi aktivitas sosial yang semata-mata tujuannya adalah untuk memperlambat tingkat penyebaran virus corona atau yang disebut “flattening the Coronavirus curve”. Kurva menggambarkan tentang kondisi yang terjadi terkait jumlah orang yang terinfeksi dalam rentang waktu tertentu. Misalnya, kondisi dengan jumlah penderita yang meningkat drastis dalam periode singkat, kemudian digambarkan sebagai kurva yang tinggi dan sempit. Tentunya kondisi seperti ini tidak kita inginkan karena fasilitas kesehatan memiliki kapasitas tertentu untuk dapat menampung pasien dimana tenaga medis dan alat-alat kesehatan juga terbatas. Apabila kurva naik secara tajam, kemungkinan yang terjadi adalah jumlah penderita yang membutuhkan layanan kesehatan terus membludak, namun kapasitasnya sudah penuh dan tidak mencukupi sementara akan ada banyak pasien gawat yang susah untuk mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, kita harus terus berupaya agar kurva semakin melandai alias flattening the curve tersebut. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, pelandaian kurva dapat dilakukan dengan berbagai upaya.
Penerapan berbagai aturan oleh pemerintah telah mengubah kebiasaan-kebiasaan yang telah lama kita lakukan sebelum virus ini ada. Semua orang diminta untuk bisa beradaptasi dengan situasi saat ini dengan menerapkan pola yang baru. Masyarakat diminta mengambil jarak, lebih banyak berdiam di rumah, menghindari kerumunan, dan diimbau berjarak 2 meter jika bertatap muka atau berada dalam satu lokasi. Dengan adanya aturan ini maka mulai dari anak sekolah, pekerja kantoran, pedagang, dan yang lainnya ikut melakukan aturan tersebut. Beberapa ruang-ruang publik, tempat ibadah, tempat perbelanjaan, tempat rekreasi hingga akses jalan dilakukan penutupan demi mendukung aturan pencegahan penyebaran virus Corona.
Selain adanya upaya yang dilakukan pemerintah, kita sebagai masyarakat bisa melakukan beberapa hal dimulai dari diri kita sendiri agar bisa terhindar dari infeksi virus ini. Contoh hal yang bisa kita lakukan diantaranya:
1.    Mengisolasi dan mendeteksi dini
Menurut Pratiwi dan Kartono (2008) deteksi dini dan isolasi dapat mengendalikan penyebaran virus. Isolasi dilakukan secara mandiri, dan setiap hari sebaiknya melakukan pengecekan mulai dari suhu tubuh hingga gejala pernapasan, apabila ada masalah sebaiknya segera cek ke rumah sakit terdekat.
2.    Meningkatkan sistem imun
Sistem imun inilah yang berperan penting dalam menghalau virus masuk ke dalam tubuh. Dengan imunitas yang kuat, maka virus pun akan susah untuk masuk dan menginfeksi tubuh. Contoh hal yang dapat meningkatkan imun kita adalah istirahat yang cukup, berolahraga, berpikir positif dan mengonsumsi makanan sehat.
3.    Mengembangkan kreatifitas selama dirumah
Banyak hal kreatif yang dapat kita lakukan walaupun hanya dari rumah. Bidang yang kita sukai dapat kita jadikan sumber inspirasi. Contohnya bagi yang menyukai seni musik, hal yang dapat dilakukan yaitu bermain musik bersama keluarga dirumah. Sama halnya dengan yang hobi menulis, tulisan bisa dituangkan ke dalam bentuk puisi, esai, atau karya lainnya serta bisa di unggah ke media sosial agar orang lain yang melihat dan membacanyapun terinspirasi untuk melakukan hal yang sama.
4.    Menjaga kebersihan, bisa kita lakukan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker saat harus keluar rumah, dan tidak berjabat tangan.
Hal penting yang dapat digarisbawahi untuk menghambat perkembangan virus Corona adalah kita tidak terinfeksi dan kita juga tidak menginfeksi orang lain. Pada intinya, semua aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19 ini akan tidak ada artinya apabila dari kita sebagai masyarakat tidak disiplin mengikutinya. Justru disinilah peran penting kita sebagai masyarakat untuk bekerjasama mendukung pemerintah agar pandemi ini segera berlalu. Memang pada kenyataanya tetap ada orang yang harus bekerja atau berkegiatan diluar rumah, namun physical distancing dan aturan lainnya harus tetap dijalankan dan diikuti. Semua hal dan perubahan yang kita lakukan saat ini memang terasa sangat sulit dan terkesan aneh, namun selain usaha yang kita lakukan bersama, sebagai umat beragama kita juga hendaknya senantiasa merendahkan hati dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar selalu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam melewati pandemi ini.

Referensi:
Pratiwi, N & Kartono. 2008. Strategi Model Pengendalian Penyebaran Virus Influenza. Jurnal Matematika. 11(3): 141-145.
Diakses pada tanggal 18 Mei 2020.
Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete