Friday, May 22, 2020

PEMANFAATAN PLATFORM DIGITAL SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN PEGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI PANDEMI 2019-nCoV





Oleh : Iskandar


I. PENDAHULUAN

 Pada tahun 2020, dunia tengah menghadapi permasalahan yang cukup besar diberbagai bidang yang disebabkan oleh munculnya virus baru yaitu Novel Coronavirues (2019-nCoV atau yang biasa disebut juga dengan COVID-19). Coronavirus adalah zoonis (ditularkan antara hewan dan manusia). Coronavirues  merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit mulai dari pilek, demam, sesak napas, dan bahkan dapat menimbulkan kematian. Selain itu, belum ditemukan vaksin atau obat yang dapat membunuh virus ini sehingga penyebarannya masih terus terjadi dan berdampak terhadap seluruh kegiatan diberbagai bidang mulai dari perekonomian, pemerintahan, pekerja swasta, bahkan kegiatan pendidikan yang umumnya dilakukan secara tatap muka kini diubah dan  dilaksanakan secara daring.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh (WHO, 2020), terhitung tanggal 19 Mei 2020 Coronavirus telah menginfeksi 4.696.849 orang dan 315.131 orang telah meninggal dunia di 216 negara. Data-data tersebut terus mengalami peningkatan apabila tidak ditangani dengan cepat (worldometers.info, 2020). Melonjaknya penyebaran Coronavirus diberbagai Negara menyebabkan WHO mendeklarasikan COVID-19 sebagai pandemi atau wabah penyakit global terhitung bulan maret 2020. Selain itu, WHO meminta setiap negara agar mempersiapkan diri untuk menghadapi pandemi ini agar dapat meminimalisir peningkatan penyebaran COVID-19.

Indonesia merupakan salah satu negara yang terpapar penyebaran virus corona. Menurut data yang diterbitkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (2020) terhitung tanggal 19 Mei 2020 jumlah pasien yang telah terkonfirmasi dan positif virus corona mencapai 18.496 kasus dengan rincian 4.467 orang sembuh dan 1.221 orang meninggal dunia. Berdasarkan data tersebut penyebaran virus corona tergolong sangat cepat dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Oleh karena itu pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dan menekan angka kematian yang disebabkan oleh COVID-19.

Kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona diantaranya membatasi aktifitas untuk keluar rumah, kegiatan sekolah yang dilakukan di rumah (daring), bekerja dari rumah (work from home), serta diberlakukannya PSBB dibeberapa daerah yang ada di Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk memberlakukan lockdown tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 1 Ayat 1 tentang kekarantinaan Kesehatan yang berbunyi: “Kekarantinaan kesehatan adalah upaya mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat”.

Selain itu, pemerintah juga menyarankan agar masyarakat mengonsumsi suplemen makanan yang mengandung antioksidan guna meningkatkan immune system. Immune system adalah kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, meniadakan kerja toksin, dan faktor virulen lain yang bersifat antigenic dan imunogenic. Suplemen makanan yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko terjangkit virus corona adalah vitamin C, vitamin E, dan Zinc (Farmasi.ugm, 2020).

Menurut (Kemenkes, 2020) setiap orang rentan terinfeksi Coronavirues dan tidak ada batasan usia. Namun orang yang lebih tua dan orang-orang yang memiliki kondisi penyakit yang sudah ada sebelumnya seperti: asma, diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi lebih rentang terinfeksi virus ini. Hingga saat ini, kesembuhan pasien yang terjangkit virus corona masih tergantung terhadap kekuatan antibody yang ada di dalam tubuh untuk menetralisir virus corona. Sehingga negara harus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 agar masyarakat menerapkan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.


II. ISI
2.1.   Paparan Masalah 
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang terinfeksi virus corona guna mencegah penularan vitus yang berkelanjutan. PSBB umumnya dilakukan selama masa inkubasi terpanjang, yaitu 14 hari.Beberapa daerah yang terinfeksi dan menjadi zona merah mulai memberlakukan PSBB. Salah satu kota di Indonesia yang menerapkan PSBB adalah Kota Pekanbaru, Riau. 


Sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Menteri Kesehatan (MENKES) Nomor HK.01.07/Menkes/250/2020 agar menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru, Riau demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. Dalam surat tersebut tertuang bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru wajib melaksanakan PSBB sesuai dengan peraturan perundang-undangan nomor 6 tahun 2018 dan secara konsisten mendorong dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar menjalankan pola hidup sehat dan bersih. 


Namun pelaksanaan PSBB di Kota Pekanbaru, Riau belum dapat direalisasikan dengan sempurna. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 14.441 pelanggar PSBB dengan rincian 1.503 tempat usaha yang masih melaksanakan kegiatan usaha, 3.969 pengendara yang membawa penumpang tidak sesuai dengan ketentuan PSBB, dan 9.411 orang yang tidak menggunakan masker (Cakaplah.com, 2020). Oleh karena itu diperlukan edukasi yang dapat menarik perhatikan masyarakat agar dapat menerapkan ketetapan yang telah ditetapkan oleh pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

2.2.   Tinjauan Pustaka
2.2.1. Model Edukasi COVID-19 Berbasis Digital 
Ilmu pengetahuan yang terus berkembang dari masa ke masa mempengaruhi berbagai aspek yang ada di dunia. Salah satunya perkembangan teknologi digital dan virtual yang terus berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Ditambah lagi dengan berbagai perusahaan yang terus bersaing untuk menghasilkan berbagai teknologi terbaru. Istilah digital sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat ini teknologi digital telah memasuki berbagai aspek bidang kehidupan, mulai dari bidang pendidikan, bidang transportasi, bidang kesehatan, bidang ekonomi dan berbagai bidang lainnya (Putra, 2018).

Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini new media diramaikan oleh fenomena munculnya berbagai situs jejaring sosial, situs ini menyediakan tempat di dunia maya untuk membangun suatu komunitas jejaring pertemanan yang dapat diakses oleh semua orang di seluruh dunia. Sehingga terjadinya interaksi antar pengguna dengan menggunakan media (Media Interaktif). Media interaktif memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik yang memungkinkan pengguna dapat berpartisipasi dan memodifikasi isi dari informasi pada saat itu juga (real time) (Morissan dalam Suri, 2019). 

Peluang yang memungkinkan dan memiliki relevansi dengan masa kini adalah pencerdasaan mengenai pola hidup sehat di tengah pandemi COVID-19 melalui teknologi media informasi. Teknologi media informasi berkembang seiring perkembangan zaman dan peradaban manusia, khususnya perkembangan di bidang teknologi dan informasi. Menurut Jokowi, era globalisasi pada media informasi semakin berkembang menjadi tren digital. Salah satu media informasi tren digital saat ini adalah internet. Obrolan daring, jejaring sosial, serta menonton video dan mendengarkan musik adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh orang Indonesia ketika mengakses internet (DI Marketing, 2016). Berdasarkan data APJI 2017, penggunaan internet oleh orang-orang berusia muda (19-33 tahun) mencapai 49 persen dan merupakan yang tertinggi dari usia lainnya.


Gambar 1. Indonesia Internet Penetration. Sumber gambar: gdp venture
Data yang diterbitkan oleh AppAnnie Retrospective Report tahun 2017, 88 persen orang Indonesia menghabiskan waktunya hanya untuk mengakses aplikasi setiap harinya. Berbagai jenis media digital yang diakses oleh masyarakat setiap harinya. Adapun aplikasi yang sering digunakan adalah Whatsapp dengan total pengguna 52.700.00, YouTube 39.300.00 pengguna, Instagram 36.800.000 pengguna, Line 31.200.00 pengguna, dan Facebook 28.300.000 pengguna.



Gambar 1. Indonesian spent of Apps on daily basis. Sumber gambar: gdp venture




Gambar 1. Top 5 Apps in Indonesia. Sumber gambar: gdp venture 

 Peluang yang sangat relevansi dan sangat efisien menggunakan media-media digital yang umumnya digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai pencerdasan secara tidak langsung mengenai penanganan dan pencegahan agar tidak tertular COVID-19. Selain itu diperlukan integrasi sebuah platfotm digital khusus yang memberikan edukasi serta manfaat positif lainnya kepada masyarakat. Integrasi platform ini nantinya memuat tentang informasi-informasi objektif untuk ditelaah oleh masyarakat.
2.2.3. Collaborative Governance 
Menurut Ansell dan Gash (2007) Collaborative Governance adalah suatu pengaturan pemerintah yang secara langsung melibatkan lembaga publik dan lembaga non-publik dalam proses pengambilan keputusan yang bersifat formal secara kolektif memiliki tujuan melaksanakan kebijkan publik untuk mengelola aset publik atau program-program public yang berorientasi pada konsesnsus dan musyawarah. Dengan pendekatan collaborative governance maka sistem kelembagaan akan lebih mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dan juga menciptakan sistem akuntabilitas dalam pengelolaan program-program berbasis masyarakat. Keberhasilan suatu program tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakannya tapi juga sistem kelembagaan di masyarakat.

2.3.   Analisis Gagasan 
Permasalahan terhadap penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota memiliki permasalahan sendiri. Permasalahan yang paling mendasar adalah banyaknya masyarakat yang kurang atau tidak mematuhi ketentuan-ketentuan dari PSBB. Berbagai pelanggaran yang dilakukan masyarakat ketika PSBB adalah tidak menggunakan masker, tempat usaha yang memungkinkan orang berkerumun, berkendara tidak sesuai dengan ketentuan PSBB, dan kurangnya pola hidup bersih masyarakat. Pelanggaran-pelanggaran itu muncul karena kurangnya edukasi dan pendekatan secara intensif kepada masyarakat sehingga menimbulkan berbagai macam konspirasi. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut maka pemerintah sebagai pemegang kendali harus melakukan pendekatan secara massive dengan berbagai sektor non-publik sebagai upaya kerjasama untuk mengedukasi masyarakat. 

Platform yang telah bekerjasama dengan pemerintah akan menampilkan wallpaper (latar belakang tampilan aplikasi) bergambar wajib mengenakan masker dan handsanitizer ketika mencuci tangan. Selain itu ketika masyarakat menggunakan aplikasi tersebut, terdapat tampilan awal platform “bahaya dan dampak serta langkah awal pencegahan tertular COVID-19”. Pendekatan-pendekatan sederhana dan dilakukan terus-menerus disetiap platform yang digunakan oleh masyarakat secara tidak langsung akan mempengaruhi otak dan stimulus sehingga fokus untuk mengatisipasi permasalahan yang tengah berkembang. Integrasi antar platform digital akan dapat tercapai menggunakan skema collaborative governance yang melibatkan aktor dari kalangan pemerintan dan non pemerintah sebagai media informasi utama untuk dikonsumsi publik. Untuk melaksanakan skema ini maka diperlukan starting condition atau kondisi awal agar regulasi untuk memfasilitasi tiap stakeholder menjadi lebih rinci dan jelas.

Selain itu, untuk menunjang pengetahuan masyarakat mengenai penanganan COVID 19 maka diperlukan integrasi platform baru sebagai media informasi yang komunikatif dan sesuai fakta mengenai Corona virus. Output dari aplikasi ini adalah masyarakat dapat mengetahui upaya-upaya sederhana untuk mencegah penularan covid-19. Aplikasi ini juga nantinya juga akan memuat langkah strategis untuk meningkatkan immune system sebagaimana yang tertuang dalam peraturan Kementerian Kesehatan agar terhindar dari virus ini. Bukan hal yang mudah agar masyarakat mau menggunakan aplikasi penanganan COVID-19 ini. Oleh karena itu disediakan beberapa konten agar masyarakat mau menggunakan aplikasi ini. Pertama, pembuat konten memberikan informasi sederhana kepada pengguna mengenai apa itu virus corona dan penanganan yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak tertular virus ini.

Model kedua, pembahasan pencegahan yang lebih intensif dalam bentuk video animasi. Misalnya seorang anak yang bertarung melawan virus corona menggunakan masker dan handsanitizer. Pemberian informasi dalam bentuk animasi tidak hanya dapat menjangkau kalangan remaja dan orang tua, tetapi juga dapat menarik minat anak-anak untuk mencegah penularan virus corona. Hal-hal unik ini nantinya akan dijelaskan secara khusus dan inklusif agar para penonton dapat mengingat hal unik tersebut secara visual. 

Model yang terakhir adalah wawancara secara langsung terhadap narasumber yang paham dengan virus corona seperti dokter. Model ini dapat juga disebut sebagai talkshow. Ketiga konten tersebut nantinya akan disajikan secara bergantian sehingga penerima informasi tidak akan merasa bosan. 

Aplikasi ini tidak hanya memuat atau memberikan informasi secara intensif mengenai COVID-19, namun juga akan memuat kuis sehingga informasi yang diberikan akan terus diingat. Alurnya pengguna akan mendapatkan point dari setiap kuis yang telah mereka kerjakan dan dapat ditukarkan menjadi berbagai macam vouche, diantaranya adalah: Voucher buku, voucher makan, voucher wisata yang dapat diambil ketika PSBB telah berakhir.


III. PENUTUP 


Pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun 2020 mengakibatkan berbagai kegiatan yang umumnya dilakukan oleh manusia menjadi lumpuh. Terlebih dengan kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah agar melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberbagai kota di Indonesia. Dalam pelaksanaan PSBB masih banyak ditemukan masyarakat yang melakukan pelanggaran dari ketentuan yang telah dibuat. Pelanggaran yang dilakukan adalah tidak menggunakan masker,berkendara tidak sesuai dengan jumlah penumpang, bahkan keluar rumah untuk melakukan hal yang kurang penting. Pelanggaran tersebut dapat menyebabkan meningkatnya orang yang terinfeksi COVID-19. Pelanggaran yang dilakukan masyarakat umumnya dilakukan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pandemi ini. Oleh jarena itu, diperlukan pendekatan secara terus-menerus kepada masyarakat. Meningkatnya penggunaan platform di Indonesia menjadi peluang yang efisien dan efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar penyebaran virus ini semakin melambat. Informasi yang terletak dilatar belakang disetiap aplikasi mengenai hal sederhana untuk menghadapi virus ini dan adanya platform mengenai COVID-19 perlahan akan menyadarkan masyarakat sehingga secara perlahan dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona di Indonesia.





DAFTAR PUSTAKA
Airlangga. M. 2018. Indonesia Digital Landscape 2018. GDP Venture

Ansell, C., & Gash, A. 2007. Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory. Vol 18 (4), hal 543-571

Cakaplah.com (2020). 14.441 Orang Melanggar Penerapan PSBB di Kota Pekanbaru. Retrieved 19 Mei 2020 on Cakaplah.com:

Farmasi UGM. 2020. Manfaat Herbal dan Food Suplement untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh di Tengah Wabah Virus Corona. Universitas Gadjah Mada. Retrivied 19 Mei 2020. https://farmasi.ugm.ac.id/id/manfaat-herbal-dan-food-supplement-untuk-tingkatkan-imunitas-tubuh-di-tengah-wabah-virus-corona

Gugus Tugas Penanganan COVID-19. 2020. Retrivied 19 Mei 2020. https://www.covid19.go.id/


Putra. R.A. 2018. Peran Teknologi Digital dalam Perkembangan Dunia Perancangan Arsitektur, Journal of Islamic Sciences and Technology. Banda Aceh. Vol 4 (1)

Suri. D. 2019. Pemanfaatan Media Informasi dan Komunikasi dalam Perwujudan Pembangunan Nasional. Jurnal Komunikasi Pembangunan. Bandar Lampung. Vol 17 (2)

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan

Worldometers.info. 2020. COVID-19 Coronavirus Pandemic
Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete