Friday, May 22, 2020

POTENSI DESA DALAM MEMUTUS RANTAI VIRUS KORONA

Oleh : Moyo Sukmaria


Indonesia adalah Negara yang kaya dengan jumlah desa sekitar 75.436 desa.Setiap desa memiliki kekuatan untuk tumbuh dan berkembang baik secara infrastruktur ,ekonomi,sosial dan sebagainya.Disetiap desa juga memiliki aspek-aspek unggulan yang menjadi ciri khas masing-masing yang menambah keragaman dan saling mengisi satu sama lain.
Keanekaragaman sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang besar di setiap desa serta bonus demografi usia produktif menjadikan desa sebagai tolak ukur kemajuan bangsa di masa depan.Disamping itu masyarakat desa juga memiliki budaya gotong royong apabila ada kegiatan di ruang lingkup desa dan saling tolong menolong jika terjadi bencana alam.Ini merupakan budaya sekaligus tradisi yang sangat berpotensi besar pula untuk kemajuan desa ke arah yang lebih baik.
Awal tahun 2020 menjadi awal penyebaran virus yang sangat berbahaya dan telah menyebar di seluruh dunia dan telah sampai ke Indonesia.Virus ini bernama Corona Virus Desease 19(COVID-19) atau lebih dikenal sebagai virus Korona.Virus korona ini begitu cepat menyebar hingga wilayah pedesaan di Indonesia.Hal ini merupakan tantangan bagi 75.436 desa di seluruh Indonesia dalam menghadapi dampak pandemi ini .
Menurut data Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tercatat 17.025 orang positif ,3911 orang sembuh dan 1.089 orang meninggal dunia di Indonesia hingga 17 Mei 2020.Hampir seluruh wilayah di Indonesia terkonfirmasi terpapar virus Korona.Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan penyebaran virus Korona diantaranya dengan diterbitkannya protokol penanganan virus Korona oleh pemerintah Pusat .Setiap daerah dibentuk satuan tugas penanganan Covid 19 baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.Himbauan untuk selalu menjaga kesehatan dan pola hidup bersih dengan cara selalu mencuci tangan dan melakukan physical distancing terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat.Setiap rumah sakit pun ditingkatkan statusnya untuk menangani pasien virus Korona baik secara fisik,peralatan dan tenaga kesehatan.Penerapan status tanggap darurat dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun diberlakukan diberbagai daerah untuk mengurangi penyebaran virus Korona.
Virus Korona yang menyebar di wilayah perkotaan telah sampai di pedesaan di beberapa tempat di Indonesia.Adapun penyebab penyebaran virus ini bervariasi dari kegiatan yang melibatkan banyak orang bahkan lewat barang atau benda-benda yang tidak sengaja terpapar virus karena sentuhan orang yang positif terjangkit virus korona.Untuk menangani penyebaran virus Korona di tingkat pedesaan, 30 puluh persen dari anggaran dana desa dialokasikan untuk penanganan Covid-19 yaitu dalam bentuk pembagian sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) desa.Pemerintah menyalurkan dana desa sebesar 960 juta untuk setiap desa pada tahap awal di tahun 2020.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan penyebaran virus Korona namun kasus positif tetap terjadi diberbagai daerah bahkan menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.Masyarakat pun dihimbau untuk tidak mudik atau pulang kampung karena penyebaran virus korona akan sulit diatasi apabila hal tersebut dilakukan.
Mudik menjelang Idul Fitri merupakan budaya masyarakat Indonesia untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung.Setiap keluarga yang bertemu dengan keluarga lainnya di kampung halaman  akan melakukan berbagai kegiatan pada saat berkumpul seperti bergotong royong untuk membuat acara atau saling tolong-menolong satu sama lain.Budaya seperti ini merupakan budaya asli masyarakat Indonesia secara turun temurun dan patut dilestarikan.
Himbauan untuk tetap tinggal dan melakukan aktivitas dari rumah bertujuan untuk memutus rantai virus Korona dan pemerintah mengeluarkan kebijakan bantuan bagi masyarakat yang terdampak virus Korona yaitu dengan pembagian sembako dan Bantuan Langsung Tunai dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.Namun pada pelaksanaannya bantuan tersebut belum mampu menjangkau semua lapisan masyarakat yang betul-betul terdampak virus Korona karena berbagai keterbatasan mulai dari keterbatasan dana ,data yang tidak lengkap,kericuhan saat pembagian sembako bahkan sampai ada warga yang sebenarnya mampu secara finansial tetap mendapat bantuan sembako.
Akibat keterbatasan dalam penyaluran bantuan sosial tersebut tidak sedikit masyarakat yang tetap memilih bekerja di luar rumah dengan alasan untuk kebutuhan hidup sehari-hari bahkan sampai ada beberapa kasus adu mulut antara warga masyarakat dengan petugas penerapan tanggap darurat dan petugas PSBB di beberapa tempat di Indonesia.
Masyarakat Indonesia sebenarnya memiliki modal yang lebih banyak ketimbang negara negara kecil lainnya di dunia dalam menghadapi dampak virus Korona.Setiap warga negara negara Indonesia sudah memiliki modal warisan budaya dan tradisi yang berpotensi besar dan juga kekayaan sumber daya alam yang bisa dioptimalkan untuk menghadapi pandemi virus Korona disamping tetap mengikuti protokol pencegahan virus Korona dari pemerintah.
Pada kartu tanda penduduk setiap warga negara sebenarnya tertulis tempat tinggal dan menyatakan seseorang adalah warga sebuah desa atau sebuah kelurahan.Hal yang sering dilupakan oleh warga masyarakat adalah bagaimana menghimpun semua potensi desa yang ada dan bagaimana pelaksanaannya untuk kesejahteraan masyarakat desa tersebut selama pandemi Korona.
Pada kenyataannya masyarakat lebih memilih berbondong-bondong mendatangi posko bantuan pemerintah daerah atau pemerintah pusat.Jika saja kita semua sadar bahwa kita semua merupakan warga desa dan merasa memiliki dan ikut berperan serta dalam kelangsungan hidup dilingkup desa tentu kita dapat menekan penyebaran virus Korona dan tentu kita dapat menghadapi dan melewati pandemi Korona ini bersama-sama.
Adapun potensi desa yang dapat kita kembangkan adalah sebagai berikut :
1.Sumber daya alam desa
Sumber daya alam desa adalah hasil bumi desa baik pertanian,perkebunan,peternakan dan perikanan di desa.
2.Sumber daya manusia desa
Bangsa Indonesia memiliki tradisi dan budaya asli yaitu gotong royong, semangat tolong-menolong dan toleransi antar umat beragama yang tinggi .Desa merupakan cerminan bangsa Indonesia.
3.Dana desa
Dana desa sebesar 960 Juta per desa dari Kementerian Desa Republik Indonesia.

Berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki setiap desa di atas dapat kita lakukan kolaborasi antara lain sebagai berikut :
1.    Warga desa dapat meningkatkan kembali semangat gotong royong dan saling tolong menolong satu sama lain contohnya dengan membuka kolam ikan ,beternak ayam atau menanam padi untuk memenuhi kebutuhan pangan warga desa.Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara potensi sumber daya manusia desa dan potensi sumber daya alam desa .
2.    Mendelegasikan warga desa dalam beberapa kelompok kecil baik kelompok petani,kelompok peternak atau kelompok nelayan/petani ikan.Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara potensi sumber daya manusia desa dan potensi sumber daya alam desa.
3.    Dana desa yang ada kalau belum dapat mencukupi untuk pembagian sembako atau BLT secara menyeluruh untuk warga masyarakat dapat dibuka beberapa titik dapur umum di wilayah desa untuk memenuhi pangan warga desa selama pandemi Korona.Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara potensi dana desa ,sumber daya alam desa dan potensi sumber daya manusia desa.
4.    Setiap warga desa dapat meningkatkan kembali kesadaran untuk membangkitkan semangat toleransi yaitu dengan mengurangi aktivitas ke luar rumah dan mengurangi perjalanan ke luar masuk lingkup desa untuk menjaga agar penularan virus Korona dapat dicegah atau dikurangi di lingkup desa.Kegiatan ini merupakan potensi sumber daya manusia desa.
5.    Disetiap batas desa didirikan posko keamanan dan kesehatan untuk menekan warga keluar masuk desa atau mencegah warga desa tetangga masuk ke dalam lingkup desa tanpa kepentingan yang mendesak.Kegiatan tersebut merupakan potensi sumber daya manusia desa.
6.    Aparat desa selalu mengedukasi warga desa tentang protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah dan selalu menganjurkan alternatif komunikasi online atau via telepon.Kegiatan ini merupakan potensi dari sumber daya manusia desa.
7.    Semangat gotong royong dan saling tolong menolong yang setiap tahun kita lakukan ketika Idul Fitri bersama keluarga di kampung kita alihkan dengan semangat gotong royong dan saling tolong menolong agar tetap berada di ruang lingkup desa kita tinggal saat ini kepada tetangga kita.Kegiatan tersebut adalah potensi sumber daya manusia desa.
Beberapa point diatas akan dapat terlaksana dengan baik apabila kita menyadari bahwa kita semua adalah warga sebuah desa atau kelurahan dimanapun kita berada karena setiap desa dan kelurahan memiliki banyak potensi yang dapat dioptimalkan untuk menghadapi pandemi virus Korona.
Virus Korona adalah virus yang menyebar dengan sangat cepat apabila tidak dilakukan pembatasan kegiatan orang berskala besar.Kegiatan orang berskala besar umumnya dikarenakan untuk mencari nafkah atau kebutuhan makan sehari-hari selama pandemi Korona.Mencari nafkah atau kebutuhan sehari hari dilakukan dengan bekerja diluar lingkup tempat tinggal.Diluar lingkup tempat tinggal bisa saja berada di luar wilayah desa kita tinggal.Untuk menanggulangi hal tersebut alangkah baiknya kita semakin meningkatkan rasa toleransi yang tinggi dengan bermusyawah dilingkungan desa dan melakukan kegiatan gotong royong yang saling tolong menolong sesama warga desa untuk kebutuhan pangan selama pandemi agar keinginan kita untuk keluar masuk desa dapat dikurangi atau bahkan dicegah.
Jika 75.436 desa di Indonesia menggali potensi desa dan dikolaborasikan akan sangat membantu pemerintah pusat dan daerah dalam menekan penyebaran virus Korona.Daripada berbondong-bondong sampai adu mulut karena pembagian sembako atau mengkritik kebijakan pemerintah lebih baik kita menggali potensi desa kita yang kaya untuk menghadapi pandemi Korona.Bersama-sama kita pasti Bisa.

 “Yang terpenting jangan pernah mengkritik tapi berilah semangat ,motivasi dan harapan”.

Daftar Pustaka
Kementerian Pendidikan dan kebudayaan,2004,Tumpang sari ternak ayam,itik dan ikan
https://tirto.id>daftar-skor-indeks-kerukunan-beragama-versi-kemenag-2019-engH
Kantor Staff Presiden,2020.Protokol penanganan Covid-19

Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete