Friday, May 22, 2020

PERAN PEMUDA DALAM MENGEDUKASI PANDEMI COVID-19


Oleh : Noftaliman Halawa

Virus corona merupakan virus yang bisa menginfeksi  sistem pernapasan ringan seperti flu hingga infeksi pernapasan berat seperti infeksi paru-paru (Pneumonia). Gejala awal infeksi  virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau bahkan lebih parah menyebabkan kematian. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas, dan nyeri dada. Berdasarkan hasil medis, masa inkubasi virus di dalam tubuh sekitar 14 hari, yang mana dalam rentang waktu tersebut kemungkinan orang yang terkena Covid-19 masih belum menyadari adanya virus yang bersarang di dalam tubuh namun gejalanya sudah mulai muncul.


Covid-19 atau Corona Virus  pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir bulan Desember. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Kasus Corona di Indonesia pertama kali muncul  pada awal maret 2020.

Diketahui Corona virus ini belakangan telah menjadi pusat perhatian dunia. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya korban yang telah meninggal dunia serta penyebarannya yang sangat cepat dan luas. Tercatat di Indonesia sendiri per tanggal 19 Mei 2020 terdapat 19.189 dinyatakan positif, sebanyak 4.575 sembuh, dan meniggal sebanyak 1.242. Wabah ini telah meresahkan dunia dan bahkan berdampak sangat besar bagi masyarakat baik di bidang ekonomi, sosial, politik, budaya dan lainnya. Sementara itu, vaksin yang diharapkan untuk mengakhiri kasus corona ini belum kunjung ditemukan. 

Pemerintah Indonesia sendiri sudah menempuh berbagai macam cara untuk mengatasi  penyebaran dan perluasan Covid-19 agar tidak memakan korban yang lebih banyak lagi setiap harinya. Beberapa diantaranya ialah sosialisasi serta edukasi mengenai Covid-19, termasuk mengeluarkan  kebijakan agar masyarakat mengurangi aktivitas diluar rumah yang diganti dengan WFH (Work From Home) dan metode pembelajaran yang dilakukan secara daring, hingga pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020” tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). PSBB ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-I9) demikian definisi PSBB dalam Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Pada awal Maret tahun 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan social distancing untuk mengatasi  penyebaran  virus Corona yang semakin meluas. Tetapi, tidak semua masyarakat Indonesia mengikuti himbauan pemerintah tersebut untuk tetap berada di rumah selama beberapa pekan. Padahal, berada di rumah saja atau melakukan jaga jarak atau social distancing sangat penting untuk memutus tali rantai perluasan virus corona. Selain untuk  menjaga diri sendiri dari infeksi virus Corona,  juga menjaga keluarga sendiri serta orang lain agar tidak tertular.  Kebijakan tersebut diambil oleh Presiden Joko Widodo agar meminimalisirkan tingkat penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. WHO merekomendasikan beberapa langka dasar untuk membantu penyebaran covid:
1.    Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
2.    Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
3.    Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
4.    Tetap di rumah saja bagi yang bias
5.    Pakai masker bila keluar dari rumah
6.    Hindari menyentuh wajah
7.    Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Oleh karena itu, untuk  mengurangi penyebaran virus corona, masyarakat dan pemerintah harus saling bekerja sama. Dalam artian masyarakat mengikuti protokol kebijakan dari pemerintah dan pemerintah sendiri memberikan kebijakan yang paling bijak agar tidak merugikan salah satu pihak.

pemuda sebagai agend of change diharapkan mampu mengedukasi masyarakat dalam mengahadapi pandemi covid-19. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh pemuda dalam memberi edukasi terkait pandemi covid yaitu pemuda diharapkan mampu memberi contoh yang baik untuk menerapkan pembatasan sosial distancing. Revolusi mental itu sangatlah penting, sangking pentingnya, hal itu harus dimulai dari diri sendiri. Jadi mari sebarkan kepada orang-orang terdekat kita betapa pentingnya penerapan sosial distancing dalam masa yang sekarang untuk menekan penyebaran covid-19. Adapun bagi masyarakat yang terpaksa harus keluar dari rumah karena beberapa keadaan dan alasan, tetap jaga jarak dan menjaga kesehatan. Indonesia sedang dilanda wabah yang tidak kita tahu kapan akan berakhir, namun jika semua pihak saling bekerjasama untuk memeranginya maka kemungkinan virus ini akan segera berlalu. Mari saling mendukung dan saling menguatkan, semoga dunia segera terbebas dari wabah corona ini.
Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete