Friday, May 22, 2020

MELAWAN CORONA DENGAN AKAL


Oleh : Gonggom Pakpahan


Halo. Apa kabar, apa yang menjadi kekawatiran anda saat ini? apakah anda kawatir di masa depan anda tidak bisa melakukan hal yang biasa anda lakukan sebelumnya setelah pemerintah mencanangkan istilah new normal with COVID -19. Mungkin juga anda resah karena anda mulai kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan, papan dan sandang anda ?
Dr David nabaro seorang profesor dari Global Health di Imperial Collage London dan sekarang sebagai special envoy WHO untuk kasus Covid- 19 mengatakan bahwa kemungkinan besar tidak ada vaksin yang efektif untuk corona layaknya HIV AID yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya.
Dilansir dari situs worldometers 20/5/2020 kasus korona sudah mencapai 5 juta kasus di seluruh dunia, degan keterangan 325.156 meninggal dunia berhasil sembuh sebanyak 1.970.918 orang da 2,704.525 pasien corona masih menjalani perawatan diberbagai negara. 
Kabar buruknya dunia mengahadapi masalah serius.
Indonesia Tidak Siap
Corona virus sudah berhasil meluluhlantahkan perekonomian dunia, terutama pada negara – negara berkembang seperti indonesia tidak siap dengan pondasi ekonomi dalam menghadapi kondisi luar biasa seperti ini. Lihatlah ekonomi kita kelabakan, pertumbuhan ekonomi adalah 2.7 % kuartal  pertama tahun 2020 terendah sejak tahun 2001, pengangguran meningkat 2.9 juta  (kemenaker 2020) dan gejolak sosial hal ini tidak dipungkiri akan menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal
saya termasuk  dari beberpa orang yang pesimis tehadap penanganan corona oleh pemerintah indonesia. Masalah yang dihadapi pemerintah sangat kompleks yaitu virus corona dan mental orang indonesia sendiri.
kita melihat china menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi corona. Sejak awal ditemukan masyarakat taat aturan dan pemerintahnya efektif dalam penanganan, tidak perlu heran karena seyogyanya china menganut azas otoritarian. Maka dalam menghadapi emergency  seperti ini pemerintahnya sangat efektif, komunikasi searah sangat cepat tanpa kendala.
Bagaimana dengan indonesia ? sejak awal koornidasi antar pusat dan daerah sudah amburadul kita melihat bagaimana lakon antara pemda DKI dan pemerintah pusat seperti bermain kucing – kucingan, tentu motif politis banyak melatarbelakangi terjadinya kondisi itu
Jika kita mengurai sampai ketingkat pemerintah terkecil tentu banyak masalah yang sama ditemukan yaitu bobroknya koordinasi antar dua atau lebih birokrasi.
Pertanyaannya apa yang kita harapkan dari pola penanganan seperti itu ?

Saring Sebelum Sharing
 “ mendengar separuh, paham seperempat menyampaikan sepuluh” ya itu kita orang miskin literasi suka berorasi.
Masih ingat soal jahe yang menyembuhkan corona, jamu adalah obat corona beberapa hal tersebut mendandakan rendahnya intelektual kita sampai hal tersebut menjadi menyebar keseluruh penjuru indonesia itu sebuah kebodohan massal yang kita lakukan.
Sampai saat ini saya belum menemukan literasi yang terpat tentang bagaimana jamu dan jahe  bisa menyembuhkan corona itu. Sebulan lalu orang tua saya bercerita ditlepon bahwa mereka akhir – akhir ini rutin mengomsumsi air rebusan jahe, saya bertanya dapat info dari mana, mereka bilang dari tetangga. Tidak lupa juga mereka menyerakan untuk rutin meminum rebusan air jahe tersebut, saya hanya tertawa kecil dalam hati dan mengiyakannya. .
Kita mudah mempercayai sesuatu tanpa didasari science  yang jelas adalah kekeliruan yang besar


Pemuda Adalah Pelopor dan Mengedukasi Masyarakat
Sejak awal muncul pada akhir 2019 hal yang saya takutkan adalah bukan seberapa bahayanya corona tersebut menginfeksi secara langsung, namun juga dampak sekunder yang dimunculkan pandemi tersebut.
Lihat lah banyak informasi menyesatkan yang muncul dan menginfeksi mental manusia. Hoax tidak bisa dibendung manusia menggenggam teknologi melalui media sosial dan menjangkau seluruh penjuru dunia
Pemuda wajib menjadi pelopor mengedukasi masysrakat dalam lingkup terkecil adalah keluarga  istilah milenialnya menjadi “volunteer”. Sampaikan informasi yang sudah teruji, contohnya jika anda menemukan sebuah artikel yang mengatakan bahwa jamu bisa menyembuhkan corona sebelum menyebarluaskan coba cari minimal 5 informasi yang mendukung kuat hal tersebut. Pun bila anda menemukan orang menyebarluaskan hal tersebut anda bisa mengedukasi dan memberikan masukan bahwasannya belum teruji secara medis.
Lakukan hal kecil yang bermanfaat dimulai dari mengedukasi keluarga kita tentang  protokol penanganan pencegahan penyebaran corona, banyak informasi yang bisa kita mamfaatkan dari sumber terpercaya. Seperti menjaga kebersihan, bagaimana adat ketika bertemu dengan orang atau hal – hal yang harus kita jga  jika berada di keramaian.
Ketika semua itu kita lakukan dengan baik dan benar niscaya corona tidak akan menyentuh kita. Mulai dari akal kita, edukasi keluarga/saudara sebarluaskan hal positif kemasyarakat. Trimakasih
Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete