Friday, May 29, 2020

AKU DI SANDRA



Di tengah kebisuan raga ini kaku mati seakan tak bisa terurai oleh kehidupan dalam  memberi perasa pada sebuah tanda kehidupan, misa mati tak bisa memberikan semua tentang ruang yang sangat sempit di tengah keleluasaan ini.

Melangkah terus melangkah membiarkan tubuh ini di bawa oleh hasrat di hati tanpa mengenal batas horizontal kehidupan, sekat akan ku bongkar keringat akan ku teteskan hingga darah ku cucurkan.

Aku ingin melang-lang buana mencari jiwa yang tak terhiraukan, cinta ini mendorongku menerjang bebas ke jurang penderitaan yang selalu membuatku seakan tak berdaya di tengah situasi seperti ini.

Aku kini tak jumpai diriku lagi, kini aku terasing dari diriku dia yang lain memenjarakanku menuntut kewajibanku tuk memberi tanggung jawab kepadanya.

Cinta yang telah membuatku terasingkan dari kekakuanku, semua ini menjadi salah. Aku melangkah dalam diam, sebut saja Sandra yang sangat terpenjara sampai aku lupa kepada siapa aku bercerita.

Raga ku tak kuasa untukku tahan di kala semua berubah menjadi saksi bisu di tengah semua yang mencari cerita untuk kata kebebasan di tengah ketindasan yang tidak bisa tertanding oleh sebuah keharusan dalam jerat itu.

Aku terhimpit oleh rudal percobaan dan peluru jerat tidak bebas untukku hidup. Dalam peluru mematikan ini ku tak bisa lari untuk menyelamatkan diri dan dalam keterhimpitan di bawah tekanan jiwa tak kuasa kalimat gerak di lakukan.

Di tengah hati ingin keluar dari zona terpenjara yang tersekap oleh ketidakadilan yang tersandra, dan terkadang aku memikir hidup ini seperti memandang setangkai bunga mawar yang begitu indah di lihat, pikiran yang ingin memiliki sangat besar kemungkinan, tetapi dalam struktur kehidupan bunga mawar ini yang harus di lihat lebih jeli lagi.

Seluruh tubuh mungilnya pun di penuhi duri yang begitu tajam membuat semua keindahan itu akan memudar bagaikan sebuah kertas yang usang yang bermakna isinya tapi tampak luarnya yang tidak begitu indah lagi.

Dalam tanda keindahan memang terlihat tertata warnanya pohon mawar ini, tak sampai tangan ini ingin menggapai untuk memetik keindahan itu, tetapi dibalik indah itu ternyata sangat menusuk seperti perkataan.

Ketika ku di dera dalam ruang hampa itu ku merasa tak ada kata pengharapan di dalam sebuah kehidupan ini, aku butuh naluri pengelihatan yang jeli, mata hati dan tindakan hati dengan intuisi cinta manusiawi yang terpuruk ku rasakan.

Dalam hilangnya keseimbangan harapanku di tengah horizontal ketiadaan antara aku dan ketidak pastian tujuan hidup, disana kata cinta dan cita-cita akan terasing di dunia lain, cita-cita dan cinta di ruang hampa cuma di maknai dengan kata, mata dan terasa seperti kalimat kaku.

Seperti tak bisa keluar untuk bisa berkata se-ia sekata kebebasan itu seakan jauh  di rasakan dan kata itu tak selalu terselubung dengan kata mutiara lagi ,dan kata motivasi itu pun tak akan lagi muncul.

Aroma kehidupan ini begitu silih berganti mengisi tubuh ini dan perasaan yang bercampur aduk, dalam kesandaraan ini warna bunga mungil itu tidak ada lagi dilihat di tengah kehidupan yang penuh dengan kata hampa.

Memang dalam hidup ini ada bagian yang serasa sia-sia tetapi sebenarnya kita harus tau bagaimana kita meralat bagian yang sia-sia itu, hanya orang yang bijaklah yang bisa meralat semua tentang sakitnya dikurung dalam diam itu.

Penulis Yakobus Lukivantura

Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete