Friday, May 22, 2020

DISIPLIN DEMI TUNTASKAN PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA

Oleh : Ryanti Martini Damanik

Novel Corona Virus (2019-nCOV) atau lebih sering dikenal dengan COVID-19 merupakan keluarga virus dan merupakan jenis virus baru yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas  penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau flu dan penyakit serius seperti MERS dan SARS. Penularan virus ini diduga dari hewan ke manusia karena kasus yang muncul di Wuhan, memiliki riwayat kontak dengan pasar hewan Huanan. Gejala yang timbul akibat terinfeksi virus COVID-19 adalah demam dengan suhu di atas sama dengan 38 derajat celcius, batuk, dan sesak napas. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta lainnya yang bisa menyebabkan kematian.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, perkembangan kasus COVID-19 per tanggal 16 Mei 2020 di Indonesia, 17.025 orang dinyatakan positif dengan 3.911 pasien dinyatakan sembuh dan 1.089 pasien meninggal. Besarnya angka ini menunjukan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus ini merupakan hal serius, yang apabila tidak ditangani dengan disiplin dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat akan membawa dampak berbahaya, yaitu tingginya angka kematian di Indonesia.

Untuk memutus rantai penularan COVID-19, pemerintah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan selalu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan melaksanakan physical distancing (jaga jarak) dengan masyarakat lainnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus ini melalui percikan atau droplet dari saluran pernapasan yang dihasilkan saat batuk oleh orang yang terinfeksi virus ini, masuk ke dalam saluran pernapasan orang yang sehat melalui mata, hidung, dan mulut baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tidak hanya itu, untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19 ini, diperlukan kedisiplinan dan kerja sama oleh masyarakat. Bagi masyarakat yang dianjurkan oleh pemerintah dan dapat melaksanakan bekerja dari rumah (Work From Home) dapat disiplin melaksanakan hal-hal praktis namun sangat bermanfaat yaitu:
1.    Rajin Mencuci Tangan
Masyakarat yang berada di rumah dapat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menerapkan cara mencuci tangan yang baik dan benar seperti yang telah dianjurkan oleh tenaga medis dengan mencuci bagian depan dan  belakang tangan, sela-sela jari, serta di bawah kuku selama 20 detik. Hal ini harus dilakukan secara rutin setiap hari demi membersihkan tangan yang secara tidak sengaja menyentuh droplet yang menempel pada barang.

2.    Pembersihan Rutin Area Lingkungan Rumah
Melakukan pembersihan rutin seperti penyemprotan cairan disinfektan secara reguler di area lingkungan rumah.

3.    Hindari Kerumunan dan Pertemuan Berkelompok
Hindari tempat ramai seperti pasar dan supermarket dengan cara menstok atau menyediakan bahan kebutuhan pokok untuk jangka waktu seminggu dan gunakan aplikasi belanja online yang tersedia di daerah masing-masing yang menyediakan jasa antar pembelian bahan makanan ke pasar. Ini dapat menjadi alternatif untuk mencegah pertemuan berkelompok dan membuka lapangan pekerjaan baru di situasi seperti  ini. Selain itu, untuk sementara beribadah dapat dilaksanakan secara online. Apabila terdapat keadaan mendesak yang mengharuskan keluar rumah, masyarakat harus selalu menggunakan masker dan menjaga jarak 1,5m dari warga lainnya.

4.    Tingkatkan Imunitas Tubuh
Menurut Kementerian Kesehatan RI, meningkatkan imun tubuh untuk dapat melawan virus COVID-19 adalah dengan cara cukupkan konsumsi protein nabati dan hewani, cukupkan asupan vitamin C, kurangi asupan gula, lakukan aktivitas fisik seperti olahraga selama 30 menit (3-5 kali seminggu), dapatkan selalu sinar matahari pagi selama 5-15 menit, dan selalu happy thinking atau berpikir bahagia.

5.    Terapkan Pemahaman Akan Informasi yang Benar dan Terpercaya
Salah satu tantangan yang cukup serius dihadapi oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang sedang melaksanakan work from home adalah cukup banyaknya waktu untuk mengakses berita yang disiarkan baik valid maupun tidak valid melalui media sosial seperti youtube, group whatsapp, facebook, twitter, maupun media komunikasi lainnya seperti siaran televisi dan koran. Masyarakat sering terpengaruh dengan informasi yang simpang siur dan berakibat fatal mengaburkan informasi yang sebenarnya. Menurut Tantowi Yahya, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, salah satu kesuksesan negara Selandia Baru dalam menangani virus COVID-19 adalah media di negara tersebut mampu mencegah terjadinya distorsi informasi. Artinya, masyarakat hanya mendapatkan informasi dari media-media dengan berita yang terverifikasi. Media sosial tidak menjadi bahan rujukan warga Selandia Baru untuk mengetahui informasi, karena masyarakat lebih mengandalkan informasi dari pemerintah  yang terverifikasi di koran, televisi, dan radio. Sehingga berita bohong (hoax) yang kerap membuat kepanikan dan melemahnya kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan pencegahan penyebaran virus ini semakin meluas, dapat dicegah. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus lebih kritis menyaring informasi yang diterima dengan mencari bahan rujukan yang terpercaya dan valid kebenarannya, salah satunya informasi dari Menteri Kesehatan RI dan organisasi World Health Organization (WHO).

Bagi masyarakat yang masih harus bekerja di luar rumah, dapat disiplin melaksanakan hal-hal berikut :
1.    Perlengkapi diri berangkat ke tempat kerja dengan mengenakan pakaian lengan panjang, selalu membawa handsanitizer, dan selalu menggunakan masker kain.
2.    Laksanakan Jaga Jarak atau Physical Distancing
Jaga jarak 1,5m dengan rekan kerja lainnya. Apabila bekerja di kantor, gunakan metode rapat jarak jauh dengan menggunakan teknologi seperti aplikasi zoom untuk menghindari kerumunan.
3.    Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat Kerja
Bersihkan meja/area kerja dengan disinfektan secara reguler dan usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja.
4.    Tingkatkan Imunitas Tubuh
5.    Jaga Kebersihan Tangan
Biasakan rajin mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer sebelum menyentuh area mata, mulut, dan hidung. Biasakan tidak berjabat tangan dengan rekan kerja dan menggunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift.
6.    Peduli dan Tanggap Kebersihan Diri
Masyarakat yang pulang dari tempat bekerja wajib langsung membersihkan diri dengan mandi dan mencuci pakaian kerja yang dikenakan. Hindari kontak dengan anggota keluarga dan menyentuh barang sebelum membersihkan diri.
7.    Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Pengguna aplikasi ini akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi COVID-19 positif atau ada pasien dalam pengawasan (PDP). Dengan mengunduh aplikasi ini di handphone, masyarakat yang keluar rumah khususnya untuk bekerja dapat mengetahui serta lebih hati-hati dan siaga dengan kondisi di lingkungan sekitarnya. 

Selain disiplin dalam menjalankan himbauan pemerintah, masyarakat harus terbuka dan jujur dengan kondisi kesehatan yang dialami. Masyarakat yang egois, tidak jujur dengan kondisi kesehatan yang dialami dan riwayat perjalanannya akan merugikan banyak warga lainnya termasuk tenaga medis di garda terdepan yang berjuang memutus rantai virus ini. Lakukan isolasi mandiri dalam 14 hari sesuai dengan arahan dan ketentuan. Periksa diri ke rumah sakit rujukan COVID-19 di daerah masing-masing apabila selama 14 hari melakukan isolasi mandiri menunjukan gejala terinfeksi virus tersebut atau langsung menunjukan gejala setelah berkunjung ke kota atau negara dengan transmisi lokal COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Memutus rantai penyebaran virus COVID-19 tidak cukup dengan optimis semata tanpa melaksanakan langkah-langkah konkret. Diperlukan kesabaran dan  kedisiplinan ketat seluruh warga negara tanpa terkecuali dalam menjalankan seluruh arahan. Diperlukan tenggang rasa dan toleransi terhadap pasien positif COVID-19 dan kehidupan masyarakat yang terkena dampak langsung oleh virus ini. Diperlukan rasa saling memiliki satu sama lain untuk tidak egois melakukan hal-hal yang menyebabkan kerugian kepada warga lainnya. Diperlukan jiwa rendah hati untuk mendukung usaha pemerintah dan tidak menyebarkan informasi yang membiaskan informasi yang sebenarnya. Saling bahu membahu, satu rasa, dan satu pikiran adalah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah pandemi ini. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Dengan disiplin dan kerja sama, bersama kita bisa memutus rantai penyebaran virus COVID-19 di Indonesia.

Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete