Friday, May 22, 2020

HIMBAUAN DAN EDUKASI DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19


 Oleh : Rahel Dewi Sartika

Akhir tahun 2019 khususnya pada bulan Desember, awal mula munculnya virus baru Corona Virus,  dari kota Wuhan, China. Menurut World Health Organization (WHO), Corona Virus ini adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran pernafasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan dapat menyebabkan penyakit COVID-19.
Orang dapat tertular COVID-19 dari orang lain yang terjangkit virus ini. Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun dan tetap merasa sehat. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 6 orang yang terjangkit 19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. Orang-orang lanjut usia dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius.
COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang yang melalui percikkan-percikkan dari hidung dan mulut yang keluar saat orang yang terjangkit 19 batuk atau mengeluarkan nafas. Percikkan percikkan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut Lalu menyentuh mata hidung dan mulutnya, dapat terjangkit COVID-19. Penularan jofit 19 juga dapat terjadi jika orang menghirup percikkan yang keluar dari batuk atau nafas orang yang terjangkit COVID-19. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit.

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang pasti untuk penyakit COVID-19 sehingga telah memakan korban jiwa yang sudah cukup banyak. Tercatat hingga pada 22 Mei 2020 telah mencapai angka 326.459 jiwa yang telah meninggal. Dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 4.962.707 di 216 negara, wilayah, atau wilayah dengan kasing di seluruh dunia (menurut data terkonfirmasi WHO) yang terus bertambah setiap hari. Meski demikian banyak pula yang telah dinyatakan sembuh.
 Munculnya virus ini tentu sangat menakutkan karena cara penularannya sangat mudah dan cepat. Sehingga banyak orang yang rentan (lansia dan pengidap penyakit tertentu) akan menderita. Kita harus tahu bahwa virus ini tidak memandang siapapun, yang kaya atau miskin, beriman maupun tidak beriman, semua orang dapat dihinggapinya. Meskipun tidak mengalami  penyakit COVID-19 kita berisiko sebagai media penyebaran virus ini. Oleh sebab itu perlu kerja sama dari semua pihak di seluruh dunia untuk bersama memerangi virus ini agar rantai penyebarannya dapat segera terputus.
Kini kita semua adalah peran utama dalam masa ini. Tenaga medis, para dokter, aparatur keamanan, maupun pemerintah telah mengambil bagian dalam memerangi COVID-19. Kita semua sungguh berperan penting dalam membantu memerangi virus ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan yakni dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pihak kesehatan dan pemerintah.
 Salah satu yang bisa kita lakukan untuk membantu memerangi COVID-19 adalah dengan berdiam di rumah saja karena dengan beraktivitas di luar rumah kita berisiko terpapar dan menyebar virus ini. Banyak hal positif yang dapat kita lakukan dengan berdiam di rumah. Kita pun akan lebih punya banyak waktu untuk bertemu keluarga. Mari manfaatkan waktu ini sebaik mungkin. Dengan tidak menyebar berita bohong yang akan menyebabkan kepanikan. Kita harus memastikan kita dapat mengetahui informasi terkait COVID-19 dari lembaga yang resmi dan terkait dalam bidangnya.
 Selain berdiam di rumah saja kita dapat mencegah penyebaran virus corona dengan meningkatkan sistem imun dan ketahanan tubuh, menjaga etika batuk/bersin, menjaga jarak aman, selalu menggunakan masker saat bepergian, tidak menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut, dan sering-seringlah mencuci tangan  dengan air bersih mengalir, sabun atau dengan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol serta mandi setelah beraktivitas dari luar rumah. Karena virus ini tidak terdeteksi, kita perlu berjaga-jaga.
Pandemi COVID-19 ini menyebabkan banyak faktor kehidupan terganggu yakni pendidikan, perekonomian dan lain-lain. Bahkan banyak kegiatan perekonomian terhenti. Semua pihak berfokus pada bidang kesehatan. Kita tentu tahu bahwa perekonomian sangat berpengaruh pada semua aspek. Bagi masyarakat yang memiliki tabungan dan dengan tingkat perekonomian menengah ke atas masih bisa bertahan. Tapi sampai kapan? Jika terus berkelanjutan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Sedangkan banyak kegiatan perekonomian terhenti. Tentu akan banyak orang kehilangan pekerjaan. Apalagi masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah yang mengandalkan gaji harian, dimusim ini tentu sangat memerlukan bantuan kita semua. Pemerintah tidak bisa menangani semua aspek, kita perlu membantu sesama di sekitar kita.
Mari bersama-sama mulai memerangi COVID-19 dengan cara kita masing-masing. Saling peduli dan mengerti, selalu menjaga dan mematuhi protokol kesehatan dan tidak panik berlebih, sambil kita terus waspada dan tetap bersabar dalam pengharapan kepada Tuhan. Ingatlah bahwa kita semua adalah peran utama pada masa ini.
Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete