Wednesday, May 13, 2020

REALITA KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA DI TENGAH PANDEMI VIRUS CORONA (COVID-19)



“Hidup bukan hanya sekedar bernafas, Tetapi melakukan apa yang diinginkan. Keadaan sekarang merubah paradigma manusia dalam bayang-bayang ketakutan”

Virus Corona (COVID-19) menjadi momok menakutkan bagi kehidupan manusia, dalam banyak kasus positif Virus Corona (COVID-19) angka kematian pasien terinfeksi terbilang banyak. Hal ini merupakan suatu pergumulan yang dihadapi hampir di seluruh Negara, penyebarannya secara masif tidak dapat dihindari.

Kondisi seperti ini juga dirasakan masyarakat di Indonesia yang hidup dalam bayang-bayang ketakutan, mengharuskan segala aktivitas dibatasi dalam kebijakan Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona (COVID-19), suatu kondisi yang menjadi buah simalakama bagi masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah agar tetap diam di rumah dan membatasi aktivitas sosial, sedangkan masyarakat harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.

Apabila kondisi ini terus menerus diterapkan, menuntut masyarakat agar mematuhi kebijakan Pemerintah, tetapi sebaliknya Pemerintah tidak dapat memenuhi hak masyarakat dalam penyediaan kebutuhan hidup sehari-hari, maka ironisnya ini akan menjadi masalah kesenjangan sosial bagi masyarakat yang menyebabkan krisis kepercayaan kepada Pemerintah, seharusnya peran Pemerintah mencari formulasi jangka panjang dalam merumuskan kebijakan yang konkrit untuk mengatasi penyebaran Virus Corona (COVID-19) dan tidak berdampak pada ekonomi masyarakat.

Pada Era Revolusi Industri 4.0 peran teknologi seperti yang kita ketahui tidak dapat terlepas dalam sendi kehidupan manusia, sehingga dapat menjadi alternatif dalam mengatasi laju penyebaran Virus Corona (COVID-19) secara efektif menekan angka kasus positif Virus Corona (COVID-19), dengan penggunaan Big Data yang akurat melalui sistem yang dikelola Pemerintah lalu terkoneksi pada handphone dengan tujuan menelusuri jejak digital orang yang positif Virus Corona (COVID-19), masyarakat juga dapat mendeteksi kawasan yang dilalui orang positif yang ditunjukkan pada handphone yang digunakan menimbulkan peringatan (alert) pada setiap pengguna.

Teknologi ini juga harus didukung dengan masyarakat yang cerdas (Smart People), dalam menginput data ke sistem haruslah berdasarkan fakta, sehingga sistem dapat menelusuri jejak digital maupun mendeteksi kawasan yang dilalui orang yang positif Virus Corona (COVID-19) secara akurat.

Keterbukaan data orang yang positif Virus Corona (COVID-19) dari Pemerintah juga perlu dilakukan agar mendukung penggunaan teknologi ini dapat berjalan sesuai harapan dan juga Pemerintah menjamin untuk orang yang positif Virus Corona (COVID-19) tidak terdiskriminasi dari masyarakat. Selain itu pemerintah juga harus gencar melakukan sosialisasi untuk teknologi ini agar mampu digunakan masyarakat luas.    

Penggunaan sistem Big Data ini sangat berguna agar meminimalisir terjangkitnya Virus Corona (COVID-19) pada masyarakat yang tidak terkontaminasi, sehingga fokus Pemerintah lebih kepada pasien positif Virus Corona (COVID-19) agar secara intensif dirawat di Rumah Sakit, sedangkan masyarakat yang tidak terkontaminasi dapat menjalankan rutinitas pekerjaan juga dapat terkontrol melalui sistem Big Data yang akurat tadi, maka masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan menjalankan aktivitas sosial, walaupun hidup dalam bayang-bayang ketakutan terjangkit Virus Corona (COVID-19).

Terima Kasih…

Penulis : Rizky Pratama  
(*Penulis adalah mahasiswa Universitas Palangka Raya dan Kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Palangka Raya)



Previous Post
Next Post

2 comments:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete