Friday, May 22, 2020

PROGRAM PENYULUHAN MASYARAKAT “MANTAN REMAJAH“ SEBAGAI BENTUK EDUKASI DAN PROPAGANDA COVID-19 DENGAN MENINGKATKAN KESADARAN DI KALANGAN MASYARAKAT MENENGAH KE BAWAH


Oleh : Jessica Tumonglo

I.         Selayang Pandang
Tahun 2020 menjadi tahun terjadinya perubahan masif yang melibatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat dunia. Hal ini disebabkan dengan kehadiran virus corona (COVID-19) yang sebenarnya muncul pertama kali pada tahun 2019 di kota Wuhan, Tiongkok. Menurut data dari WHO per tanggal 22 Mei 2020, terdapat 216 negara yang dilaporkan telah terinfeksi virus COVID-19. Salah satu negara yang terdampak oleh virus ini adalah Indonesia. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melaporkan kasus positif COVID-19 per tanggal 22 Mei 2020 yang telah bertambah sebanyak 634 menjadi 20.796 orang dengan pasien sembuh sebanyak 5.057 orang dan total kasus meninggal sebanyak 1.326 orang. Penambahan kasus positif ini menunjukkan bahwa kurva pandemik COVID-19 yang terjadi di Indonesia belum mencapai puncaknya. Hal ini menunjukkan perjalanan yang masih panjang bagi kehidupan normal di Indonesia dan perjuangan yang harus terus ditingkatkan dari seluruh jajaran masyarakat.

Di tengah perjuangan tenaga medis sebagai garda terdepan pejuang COVID-19 beserta peran dari seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat, ternyata masih terdapat banyak masyarakat yang tidak disiplin dalam kebijakan yang diterapkan pemerintah yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Banyak masyarakat yang masih melanggar PSBB, salah satunya adalah kebijakan larangan mudik lebaran sebagai bentuk pemerintah menerapkan physical distancing dan mencegah penyebaran COVID-19 yang semakin meluas. Berdasarkan pernyataan dari Dwimawan Heru selaku Pimpinan Grup Komunikasi Korporat dan Pengembangan Komunitas PT Jasa Marga, sebanyak 82.971 kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui Tol Jakarta-Cikampek menuju Tol Trans Jawa dan Cipularang sejak tujuh hari sampai lima hari sebelum Lebaran 2020 (Haryanto, 2020). 

Ketidakpatuhan masyarakat dalam penerapan PSBB juga terlihat pada kejadian tanggal 16 Mei 2020 ketika Mal CBD Ciledug diserbu oleh masyarakat. Kejadian ini terjadi akibat adanya rentang waktu dua hari sebelum PSBB di Kota Tangerang kembali diperpanjang pada tanggal 18 Mei 2020.  Masyarakat tampak beramai-ramai menunggu di pintu mal dan berhamburan masuk tanpa mengedepankan prinsip physical distancing

Kejadian ini ditambah dengan adanya keramaian yang terjadi di Pasar Tanah Abang pada tanggal 2020. Dilansir dari situs kumparan.com, pembeli dilaporkan rela berdesak-desakan dengan tujuan untuk membeli baju baru persiapan menuju lebaran. Bima Arya menyatakan kekecewaannya karena banyak masyarakat yang membeli baju lebaran menggunakan dana bantuan sosial (Bansos) yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Kekecewaan juga timbul pada setiap aspek masyarakat yang telah ambil andil dalam memerangi virus ini, termasuk pihak-pihak yang rela menanggung kehilangan pendapatan dan tenaga medis yang bahkan mempertaruhkan nyawanya demi memberantas virus ini. 

Indonesia merupakan negara yang mengedepankan budaya yang telah melekat dalam kehidupan, salah satunya adalah tradisi yang dilakukan terus meneurs ketika lebaran. Maka dari itu, tidak mengherankan apabila tradisi pulang ke kampung halaman atau mudik menjadi hal yang wajib dilakukan saat masa lebaran. Tradisi lain yang telah melekat di masyarakat adalah membeli baju baru saat lebaran. Hal ini tentu bukanlah tradisi yang harus dipertahankan di tengah kondisi pandemik ini.  Hal yang harus diutamakan adalah faktor kesehatan dan keselamatan diri agar terus terlindungi dari virus ini. Mengingat kondisi ekonomi yang juga tidak menentu dan tidak dapat diprediksi di masa depan, hidup hemat dan tren menabung harus menjadi hal yang penting untuk ditumbuhkan. 

Di tengah kondisi seluruh dunia yang sedang berjuang melawan virus ini, muncul suatu gagasan “The New Normal” yang menjadi alternative dari kemungkinan kemunculan virus ini yang tidak akan hilang dan mempengaruhi hajat hidup seluruh orang. “The New Normal” adalah gagasan yang berupa kehidupan baru dengan terjadinya perubahan-perubahan yang penting diterapkan dalam keberlangsungan hidup sehari-hari. Perubahan tersebut terkait dengan perilaku yang tetap mengutamakan protokol pencegahan COVID-19. 

Hal ini tentu menjadi gagasan yang perlu disosialisasikan di seluruh penjuru masyarakat Indonesia. Kehidupan sehari-hari dapat terus berjalan normal ketika masyarakat mampu menjadikan langkah pencegahan COVID-19 sebagai gaya hidup yang melekat dalam kehidupannya. Hal ini menunjukkan peran propaganda yang penting dalam menggaungkan pentingnya langkah pencegahan COVID-19.

 Kejadian pelanggaran PSBB yang terjadi di Indonesia ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat menengah ke bawah yang tidak mengetahui pentingnya melakukan langkah pencegahan COVID-19. Masyarakat ini belum terpapar dengan propaganda yang terus digaungkan oleh pemerintah sehingga tidak ikut terlibat dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia. Beberapa faktor mendasari hal tersebut, antara lain: penggunaan media sosial yang kurang, adanya desakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menjaga tradisi,  Maka dari itu, kaum intelektual seperti mahasiswa dan kaum profesional dapat memberi kontribusi dalam penyebaran “propaganda” tersebut melalui program penyuluhan yang mencerdaskan masyarakat. Peran ini tentu akan membantu pemerintah dalam terus mengupayakan kebijakan pencegahan penyebaran virus ini terus digaungkan pada seluruh jajaran masyarakat Indonesia. 

II.         Program Penyuluhan Masyarakat sebagai Solusi
       Program penyuluhan dan masyarakat “MANTAN REMAJAH” menjadi langkah inovatif yang dapat dilakukan oleh kaum intelektual dalam ikut berpartisipasi dalam meningkatkan propaganda terhadap masyarakat golongan menengah ke bawah untuk meningkatkan kesadaran  . Program ini mencakup lima hal penting yang perlu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di tengah kondisi “The New Normal” saat ini, antara lain:
·             Jarak aMAN dijaga,
·             TANgan cuci lebih sering,
·             Rumah lebih baik, hindari kEramaian,
·             MAsker dipakai saat harus di tempat umum, dan
·             waJAH jangan disentuh
Kelima hal ini akan menjadi tema yang akan berulang-ulang digaungkan dalam program penyuluhan masyarakat ini.

2.1    Jarak Aman Dijaga
 Poin pertama dari “MANTAN REMAJAH” ini menekankan pentingnya melakukan jaga jarak yang aman dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Penekanan poin ini dilakukan dengan pencerdasan kepada masyarakat terkait jarak aman yang harus dijaga yaitu dua meter dan menjadi lebih panjang ketika berada dalam kondisi terbuka dengan angin bertiup. Hal ini tentu perlu dilakukan 

2.2    Tangan Cuci Lebih Sering
Poin kedua dari “MANTAN REMAJAH” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan di tengah . Memaparkan informasi tentang tangan sebagai pembawa bakteri dan virus yang sangat … Pelatihan cara mencuci tangan yang baik, memberi pengarahan pentingnya mencuci tangan karena banyak barang tempat virus dapat terus bertahan dalam waktu yang lama. Pemberian bahan pembersih seperti sabun dan hand sanitizer.

2.3    Rumah Lebih Baik, Hindari Keramaian
Poin ketiga dari “MANTAN REMAJAH” ini ber . Memaparkan pentingnya berada di rumah sebagai bentuk kontribusi perjuangan memutus rantai penyebaran COVID-19, Pemberian edukasi masyarakat terkait dunia digital sebagai solusi untuk mendekatkan jarak yang... Tetap menjaga budaya silaturahmi dengan tetap menjaga physical distancing. Pemberian edukasi terkait hal produktif yang dapat dilakukan di rumah, antara lain: penanaman tanaman yang dapat menjadi sumber bahan pokok makanan maupun tanaman obat, memulai usaha kecil berbasis daring seperti usaha makanan atau , dan lain-lain.
Pemberian bibit tanaman dan menanam bersama,

2.4    Masker Dipakai Saat Harus di Tempat Umum
Poin keempat dari “MANTAN REMAJAH” ini merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran penting dari masker dalam melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat. Masyarakat diajarkan untuk terus menggunakan masker ketika harus berpergian dari rumah untuk hal-hal penting seperti berbelanja bahan-bahan pokok maupun tuntutan pekerjaan yang mengharuskannya keluar dari rumah. Masker yang dianjurkan untuk masyarakat adalah masker kain, sedangkan masker medis habis pakai digunakan untuk tenaga medis yang memiliki risiko tinggi berhadapan langsung dengan COVID-19.

2.5    Wajah Jangan Disentuh
Poin kelima dari “TAMAN REMAJAH” ini meliputi pemaparan informasi terkait virus COVID-19 itu sendiri dengan pembawaan yang mudah dimengerti oleh masyarakat dan bantuan peragaan. Kegiatan ini mencakup pencerdasan terkait mekanisme patofisiologi COVID-19 yang memasuki tubuh melalui daerah atas dalam bentuk droplet. Pencerdasan ini mendasari dilakukannya pengarahan untuk masyarakat dapat berhenti dari kebiasaan menyentuh wajah, menutup mulut dengan siku ketika ingin batuk atau bersin, dan segera mencucinya dengan air bersih.

Setiap jajaran masyarakat harus mengambil bagian dalam mendukung kebijakan pemerintah. Peran mengedukasi dan menyebarkan propaganda COVID-19 tentu harus menjadi bagian yang diambil oleh kaum intelektual seperti mahasiswa maupun kaum profesional. Program penyuluhan masyarakat “MANTAN REMAJAH” ini tentu menjadi kegiatan kreatif yang turut mengambil bagian penting dalam menolong pemerintah menggaungkan propaganda terkait pencegahan virus ini.

DAFTAR PUSTAKA
Haryanto, A. (2020). Sebanyak 82.971 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Lewat Tol Cikampek. Diakses pada  https://tirto.id/sebanyak-82971-kendaraan-tinggalkan-jakarta-lewat-tol-cikampek-fzLG?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Terkait

Mustinda, L. (2020). Apa itu “The New Normal” di Tengah Pandemik Corona? Diakses di https://news.detik.com/berita/d-5023448/apa-itu-new-normal-di-tengah-pandemi-corona

Sandy, F. (2020). Viral Mal CBD Ciledug Diserbu Pengunjung, Ini Biang Keroknya. Diakses pada https://www.cnbcindonesia.com/news/20200520151740-4-159897/viral-mal-cbd-ciledug-diserbu-pengunjung-ini-biang-keroknya

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional. (2020). Kasus Positif COVID-19 Bertambah 634 Orang, Pasien Sembuh Jadi 5.057, Total Meninggal 1.326. Diakses pada https://covid19.go.id/p/berita/kasus-positif-covid-19-bertambah-634-orang-pasien-sembuh-jadi-5057-total-meninggal-1326

WHO. (2020). Coronavirus disease (COVID-19) pandemic. Diakses pada  https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019







Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete